TEMU KARYA ILMIAH MAHASISWA ARSITEKTUR INDONESIA XXXV YOGYAKARTA

Temu karya ilmiah mahasiswa arsitektur Indonesia (TKI-MAI) merupakan sebuah wadah serta forum bagi mahasiswa arsitektur se-indonesia untuk berdiskusi, bertukar pikiran, mengembangkan potensi dan kreatifitas, serta memperluas wawasan arsitektur. Sebagai upaya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan implementasi berupa pengabdian kepada masyarakat melalui ilmu arsitektur.

Komitmen dan kesepakatan yang dihasilkan dalam temu karya ilmiah mahasiswa arsitektur Indonesia akan dikomunikasikan dan diorganisir oleh Badan Pekerja Rayon (BPR) di masing-masing provinsi atau wilayah. Dalam TKI-MAI terdapat 20 BPR yang tergabung di dalamnya, yaitu :

BPR 1    :    DKI Jakarta                                     BPR 11  :    Sulawesi Utara

BPR 2    :    Jawa Barat                                       BPR 12  :    Sumatera Utara

BPR 3    :    Jawa Tengah                                    BPR 13  :    Sulawesi Tenggara

BPR 4    :    D.I. Yogyakarta                                BPR 14  :    Aceh

BPR 5    :    Jawa Timur                                      BPR 15  :    Sumatera Selatan

BPR 6    :    Bali                                                  BPR 16  :    Nusa Tenggara Timur

BPR 7    :    Sulawesi Selatan                              BPR 17  :    Maluku Utara

BPR 8    :    Sumatera Barat                                BPR 18  :    Gorontalo

BPR 9    :    Riau                                                 BPR 19  :    Lampung

BPR 10  :    Sulawesi Tengah                              BPR 20  :    Kalimantan

Tujuan :

  • Menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu : pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  • Keikutsertaan mahasiswa arsitektur Indonesia dalam pengembangan wisata di masing-masing daerah.
  • Bertambahnya wawasan mahasiswa arsitektur akan perkembangan bidang arsitektur dalam hal
  • Terjadinya pertukaran ide dan gagasan antara mahasiswa arsitektur dalam hal tourism.
  • Memperkenalkan arsitektur kepada masyarakat umum.

Globalisasi atau proses integrasi internasional telah membawa banyak perubahan pada suatu kota, baik dari segi ekonomi, sosial, dan masyarakat. Saat ini banyak kota besar di Indonesia yang telah kehilangan wajahnya. Ciri kota itu hilang karena modernitas dan bangunan-bangunan yang tampak sama dengan bangunan-bangunan dari kota lain. Arsitektur hendaknya merespon isu ini. Bagaimana mempertahankan wajah sebuah kota sebagai sebuah persiapan dari global tourism, sehingga ketika orang berkunjung ke setiap kota terutama Kota Yogyakarta, mereka akan mengenal bagaimana di sana dan apa yang membuatnya istimewa dari tempat lain melalui arsitektur.

Pada kegiatan TKI-MAI ini dilaksanakan beberapa paket kegiatan, yaitu forum komunikasi, diskusi ilmiah, pengabdian masyarakat, pameran, dan jelajah wisata. Setiap individu memiliki hak untuk memilih paket yang telah disediakan. Di tahun ini BPR 5 Jawa Timur memberangkatkan 60 peserta dari perwakilan 14 Universitas yang berada di daerah Lamongan, Surabaya, dan Malang.

Hari pertama 28 Juli 2019, sampai di Daerah Istimewa Yogyakarta, kita semua beristirahat di Asrama Haji Ring Road Utara dan mempersiapkan kirab budaya. Kirab budaya dimulai dari DPRD Yogyakarta, melewati Jl. Malioboro dan sampai di alun-alun kidul yang terdapat pohon beringin kembar dengan setiap BPR membawa maskot tersendiri yang menampilkan baju daerah dari masing-masing pulau untuk mewakili BPR. Setelah kirab budaya selesai, dilanjutkan acara seminar nasional yang diadakan di gedung Graha Wana Bhakti Yasa dengan mengangkat tema Cultural Tourism dalam Ranah Urban dengan menghadirkan pembicara Sukamto,S.H, M.H, Ir. Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T, IAI, AA., Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch, Ph.D, dan Andra Matin. Pada acara seminar tersebut, TKI-MAI XXXV YOGYAKARTA resmi dibuka.

Hari kedua 29 Juli 2019, dilakukan pembagian masing-masing paket. Di mana Forum Komunikasi tetap berada di Asrama Haji, pameran dilaksanakan di gedung Sasano Hinggil, Diskusi Ilmiah dilaksanakan  di Omah Babadan Asrama Universitas Katolik Duta Wacana, sedangkan Pengabdian Masyarakat dibagi menjadi beberapa, yaitu Dusun Balong, Kuweron, Sumberan, Bandaran, Gading Kulon, dan Kemiri.

Dalam beberapa hari, setiap paket melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di paket tersebut. Setelah tugas dan tanggung jawab diselesaikan, para peserta menuju ke beberapa dusun untuk melaksanakan pengabdian masyarakat bersama. Paket Pameran sampai terlebih dahulu, setelah itu disusul oleh Paket Diskusi Ilmiah pada tanggal 2 Agustus 2019. Para peserta masih berusaha menyesuaikan kondisi di lokasi sambil menunggu Paket Forum Komunikasi datang di setiap dusun. Tanggal 3 Agustus 2019 Paket Forum Komunikasi datang pada malam hari, dikarenakan agenda acara melebihi target waktu yang telah direncanakan.

Tanggal 4 Agustus 2019 dilakukan pembagian kelompok baru untuk membantu pekerjaan Paket Pengabdian Masyarakat, di mana pada setiap dusun memiliki tugas yang berbeda, mulai dari mengembangkan fasilitas, pemanfaatan lahan, instalasi penerangan jalan, dll. Aktifitas tersebut dilakukan sampai dengan tanggal 7 Agustus 2019 dan pada malam harinya pada setiap dusun diadakan acara penutupan, mulai dari api unggun, beberapa penampilan panggung, dll.

Tanggal 8 Agustus 2019 semua peserta kembali ke Asrama Haji Ring Road Utara untuk mempersiapkan acara terakhir, yaitu clossing ceremony yang akan dilaksanakan di Gedung Pusat Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gajah Mada. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 wib dengan sambutan dari tuan rumah Yogyakarta dan dilanjutkan oleh penampilan dari setiap BPR. Dalam acara clossing ceremony kali ini, suasana membaur menjadi satu dengan tidak memandang dari mana mereka berasal. Acara berakhir pukul 23.30 wib dan kembali menuju Asrama Haji untuk beristirahat, dikarenakan esok harinya sudah pada harus kembali pulang ke daerah masing-masing.

Dari kegiatan ini, kami mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan karena dapat bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai macam pengalaman baru, bertambah wawasan yang tidak kami dapatkan di bangku  perkuliahan, belajar bagaimana berkomunikasi dan bersikap dengan orang sekitar, sehingga kita dapat mengetahui sikap, sifat, kebudayaan, sampai bahasa dari berbagai daerah, belajar kerja kelompok dengan banyak orang dan menyatukan dalam satu hasil karya.

1566444866098 1566444894251 1566448707744 1566448840425 1566448972347 1566448978999 1566449153943

Nyeket Bareng di Tugu Pahlawan Surabaya

Hari Rabu, 24 Oktober 2018, mahasiswa Desain Arsitektur 1 dengan didampingi Ibu Hana Rosilawati, S.T., M.T., selaku Dosen Pengampu dan Bp. Agustinus Angkoso, S.T., selaku Tutor Gambar Sketsa, dari Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika, melakukan sketsa on the spot secara bersama-sama di area sekitar Tugu Pahlawan, Surabaya. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat sketsa gambar dan untuk menyampaikan cerita tentang kondisi di sekitar dengan melakukan sketsa langsung atau live sketching. Sketsa merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam Arsitektur, karena dengan sketsa kita dapat menyampaikan apa yang menjadi ide atau konsep yang dituang dalam gambar, sehingga dapat dimengerti maksud apa yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, sketsa dapat menjadi alat komunikasi. Sketsa dapat diasah dengan semakin kita sering melakukannya, maka hasilnya akan semakin baik dan cepat dalam menyelesaikannya. Akan tetapi, jika kita tidak pernah melakukan sketsa, maka kita tidak akan berkembang. Dengan dilakukan kegiatan nyeket bareng ini diharapkan mahasiswa mampu membuat sketsa dengan baik dan dapat menyampaikan informasi dari gambar yang dihasilkan.

Sketsa Bebas DA 1, Tugu Pahlawan, 24 Oktober 2018

Studium General “Sketsa Bebas”

Pada hari Kamis, 18 Oktober 2018, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan Studium General yang mengulas tentang Sketsa Bebas dengan pemateri Bp. Agustinus  Angkoso, S.T. Adapun tentang materi pembahasannya meliputi tentang pengenalan Komunitas Urban Sketcher, tentang sketsa itu sendiri, Karakteristik Sketsa, Tahapan Proses Sketsa dan Prinsip Sketsa, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sketsa on the spot di lingkungan Kampus UWIKA (Universitas Widya Kartika). Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta ketrampilan menggambar dengan tangan bebas. Mencuplik dari pernyataan Bp. Moch. Thamrin, “Dengan menggambar lingkungan sekitar kita, mudah-mudahan kita menjadi lebih peka dan peduli pada kota kita. Tapi membuat sketsa bukan hanya untuk tujuan mulia tersebut, tetapi juga merupakan kegiatan yang menyenangkan. Sebuah rekreasi yang jika kita kembalikan kata itu pada maknanya adalah : penciptaan kembali”.

SG Sketsa Bebas, 18 Oktober 2018

Kuliah Tamu “Alumnus Homecoming”

Hari Kamis, 23 November 2017, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan kuliah tamu dengan pembicara Bp. Jahja Eka Budiman Saputra. Bp. Jahja adalah salah satu alumni Arsitektur Universitas Widya Kartika, angkatan tahun 1989. Kedatangan Bp. Jahja di kampus Universitas Widya Kartika adalah untuk berbagi pengalaman semasa menjalani kegiatan perkuliahan di Universitas Widya Kartika, hingga akhirnya mencapai posisi sebagai Senior Project Manager di Tuan Sing Holdings Limited Singapore saat ini. Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan menggugah semangat para mahasiswa untuk tetap survive selama menjalani kegiatan perkuliahan saat ini dan dunia kerja nantinya.

Kul Tam Bp. Jahja, 23 Nov 2017

Kuliah Tamu “Arsitek dan Keprofesian”

Pada hari Rabu, 25 Oktober 2017, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan kuliah tamu yang mengulas tentang Arsitek dan Keprofesian dengan pemateri Bp. Gayuh Budi Utomo, IAI. Materi pembahasannya lebih ke tentang berbagi pengalaman dalam berprofesi di bidang arsitektur. Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang dunia kerja di bidang arsitektur.Kuliah Tamu Bp Gayuh Budi Utomo IAI

Sidang Tugas Akhir Semester Genap 2016 – 2017

Kamis, 13 Juli 2017, Prodi Arsitektur mengadakan Sidang Akhir Semester Genap 2016-2017. Mahasiswa Tugas Akhir kali ini berjumlah 11 orang, dengan 2 macam pilihan proyek Tugas Akhir : Perancangan Bangunan dan Perancangan Kawasan.

Nama-nama mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seusai Sidang, dengan catatan revisi paper adalah sebagai berikut :

  1. Harry Try Sutrisno, NRP. 21211004 – Perencanaan dan Perancangan Foodie Festive di Surabaya.
  2. Welya Sunjaya, NRP. 21212004 – Perencanaan dan Perancangan Perpustakaan Umum yang Sesuai dengan Gaya Hidup Urban di Surabaya.
  3. Intan Puspa Dewi G., NRP. 21212010 – Perencanaan dan Perancangan Hotel Transit di Sidoarjo.
  4. Tanjung Pria sadana, NRP. 21212016 – Perencanaan dan Perancangan Hotel Resort di Tepi Pantai Teleng Ria, Pacitan.
  5. Indahwati Setiawan, NRP. 21213001 – Perencanaan dan Perancangan Kompleks Sekolah Alam di Surabaya.
  6. Megawati Wijaya, NRP. 21213002 – Perencanaan dan Perancangan Ruang Terbuka dan Obyek Wisata Air Kawasan Tepian Sungai Kalimas Surabaya.
  7. Felicia Ivena Sutanto., NRP. 21213003 – Perencanaan dan Perancangan Kafe Kreatif dan Bersahabat di Surabaya.
  8. Yongky Kurniawan, NRP. 21213004– Perencanaan dan Perancangan Spasial Kawasan Perdagangan dan Jasa Sungai kalimas di Surabaya.
  9. Harris Tanoyo, NRP. 21213005 – Perencanaan dan Perancangan Dog care Center sebagai Pusat wadah Pelayanan dan Kesehatan Hewan Peliharaan Anjing di Surabaya.
  10. Alfon Julio Setiawan, NRP. 21213010 – Perencanaan dan Perancangan Pasar Multifungsi di Surabaya.
  11. Erly Karonia Ill Crysna P., NRP. 21215007 – Perencanaan dan Perancangan Spasial Kawasan Tepi Sungai Kalimas sebagai Kawasan Wisata Heritage dan Pelestarian Situs Kota Tua Surabaya.

Sidang TA 2017

International Semarang Sketchwalk 2016

Berikut cerita yang tertinggal dari International Semarang Sketchwalk 2016 yang sudah ditulis oleh Bp. Agustinus Angkoso, ST yang mendampingi mahasiswa Arsitektur Uwika ke Semarang, sayang kalau tidak dibagikan…

Program Studi Arsitektur UWIKA mengirimkan tiga mahasiswanya yaitu Adi Chayadi dan dua mahasiswa asal Mentawai : Salmentinus Sarokdog dan Zakarias Rova Satepu untuk mengikuti event berskala Internasional yaitu International Semarang Sketchwalk 2016 (ISSW 2016) yang diadakan pada tanggal 25 – 28 Agustus 2016 di Kawasan Kota Lama Semarang. Semarang Sketchwalk merupakan ajang bertemu dan berkumpulnya para ahli dan pencinta seni sketsa. Para pesertanya didominasi oleh para arsitek, seniman lukis dan sketsa, dosen dan mahasiswa arsitektur maupun seni rupa.

ISSW 2016 dibuka pada tanggal 25 Agustus 2016 dengan pesta penyambutan (welcome party) di Balai Kota Semarang oleh Walikota Hendrar Prihadi. Sebelum diterima bapak Walikota, para peserta yang pada dasarnya sangat suka membuat sketsa, menyempatkan diri membuat sketsa bersama di gedung Lawang Sewu, salah satu ikon kota Semarang, yang terletak di dekat Balai Kota.

ist-session

Hari kedua diisi dengan kegiatan sketsa bersama di kawasan Kota Lama dengan berpusat di sekitar Gereja Blenduk dan Taman Srigunting sebagai landmark kawasan. Pada malam harinya diadakan acara ramah tamah dengan tajuk Sketch Talk dimana para partisipan yang berasal dari beberapa negara saling berbagi cerita tentang komunitas di masing-masing negara maupun kota di Indonesia sendiri.

Mahasiswa Arsitektur Adi Cahyadi berfoto bersama salah satu mentor ISSW 2016

Mahasiswa Arsitektur Adi Cahyadi berfoto bersama salah satu mentor ISSW 2016

 

Acara sketsa hari ketiga diadakan di kawasan Pecinan (China Town) Semarang dengan berpusat di Klenteng Tay Kak Sie sebagai landmark kawasan. Selain itu pada hari ini peserta mengikuti workshop yang dimentori oleh 3 sketcher lokal dan 3 sketcher luar negeri. Pada workshop ini Adi belajar pada Khoo Cheang Jin asal Penang dengan tema Watercolor Sketching. Salmentinus belajar pada Ch’ng Kiah Kiean dengan tema Ink and Twig Sketching. Sementara Rova belajar pada Motulz Anto asal Bandung dengan tema Ttavel Sketching. Malam harinya mereka menikmati suasana malam Minggu di Pasar Semawis, sebuah pusat perdagangan yang setiap weekend : Jumat, Sabtu dan Minggu diubah menjadi pusat kuliner pada malam hari.

sampokong

Hari terakhir merupakan puncak acara yang diadakan di salah satu Warisan Dunia (World Heritage) yaitu Candi Borobudur. Namun sebelum menuju Magelang, rombongan yang terdiri dari 8 bus mampir ke Klenteng Sam Poo Kong. Acara ini diikuti oleh 400 peserta dari 7 negara.

 

Mahasiswa Arsitektur Salmentinus berfoto bersama mentor di area Candi Borobudur

Mahasiswa Arsitektur Salmentinus berfoto bersama mentor di area Candi Borobudur

borobudur

Bingkai Arsitektur 2017: Eco-School

Tahun 2017 ini akhirnya Lomba Tahunan Bingkai Arsitektur berhasil diadakan kembali setelah vakum selama 1 tahun. Tema lomba tahun ini adalah Eco-School. Lomba yang diadakan kali ini meliputi lomba Mading 3D untuk siswa siswi SMA dan SMK, serta lomba sketsa sudut kota Surabaya bagi siswa siswi SMA, mahasiswa/i dan peserta umum.

Pembukaan Lomba Bingkai Arsitektur : Eco-School oleh Kaprodi Arsitektur Ririn Dina Mutfianti, S.T.,M.T.

Pembukaan Lomba Bingkai Arsitektur : Eco-School oleh Kaprodi Arsitektur Ririn Dina Mutfianti, S.T.,M.T.


Final lomba diadakan mulai hari Kamis – Sabtu, tanggal 23-25 Maret 2017 di kampus Universitas Widya Kartika Lantai Dasar. Ada 4 SMA/SMK yang masuk ke final lomba mading dan berkesempatan mempresentasikan karya Mading 3D-nya, yaitu: SMAK Frateran, SMAK St Louis 1, SMKN 5, dan Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya. Sedangkan untuk lomba sketsa, terdapat 21 karya sketsa yang ikut dipamerkan.
Juara I Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK St Louis 1 Surabaya

Juara I Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK St Louis 1 Surabaya


Juara II Lomba Mading 3D Eco-School dari SMKN 5  Surabaya

Juara II Lomba Mading 3D Eco-School dari SMKN 5 Surabaya


Juara III Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK Frateran Surabaya

Juara III Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK Frateran Surabaya


Peserta Lomba dari Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya

Peserta Lomba dari Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya


Pameran Lomba Karya Sketsa

Pameran Lomba Karya Sketsa

Pemenang lomba Mading 3D-Eco School adalah sebagai berikut:
Pemenang ke-1: SMAK St Louis 1 mendapat hadiah sebesar Rp. 2.000.000,-
Pemenang ke-2: SMKN 5 Surabaya mendapat hadiah sebesar Rp. 1.500.000,-
Pemenang ke-3: SMAK Frateran mendapat hadiah sebesar Rp. 1.000.000,-

Pemenang lomba sketsa Kota Surabaya adalah sebagai berikut:
Pemenang ke-1: Ida Bagus Gede Wisnu W.N. mendapat hadiah sebesar Rp. 500.000,-
Pemenang ke-2: Cak Ries mendapat hadiah sebesar Rp. 300.000,-
Pemenang ke-3: Evio Tanti Nanita mendapat hadiah sebesar Rp. 200.000,-
Pemenang Voting lomba Sketsa: Christy Chayadi

Selamat kepada Para Pemenang Lomba Mading 3D dan Lomba Sketsa. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan nantikan Lomba Bingkai Arsitektur tahun 2018 dari Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika!
IMG-20170330-WA0008

Apa Itu Foyer?

Foyer adalah ruang transisi di dalam rumah, yang terletak di antara teras dengan bagian dalam rumah. Banyak orang beranggapan bahwa foyer dan teras adalah sama. Padahal teras jelas berada di luar rumah, sedangkan foyer berada di dalam rumah. Seperti dilansir pada situs annahape.com , dalam rumah modern, fungsi ruang tamu sudah sering dihilangkan. Banyak tamu yang datang ke rumah sudah diperkirakan, yaitu : teman dekat, keluarga, atau orang dekat yang bisa langsung diterima di ruang duduk (living room). Sedangkan percakapan serius soal bisnis bisa dilakukan di luar rumah.

Jadi, foyer berfungsi sebagai ruang transisi, ruang selamat datang, dimana Anda membuka pintu, mengucapkan selamat datang, berbicara basa-basi, lalu mempersilakan tamu masuk. Di foyer, tamu bisa meletakkan bawaan yang merepotkan, seperti : jas hujan, payung, kunci mobil, tas, atau mungkin sepatu yang basah/kotor.

Kadang orang mengkombinasikan fungsi foyer sebagai ruang untuk tamu yang datang cuma sebentar. Sales yang menawarkan barang, kurir yang mengambil titipan, atau Pak RT yang mengumpulkan iuran warga. Maka, di foyer bisa diletakkan dua kursi dan sebuah meja kecil. Kalau begitu Anda pun dapat memanfaatkan foyer sebagai tempat anda membaca koran di pagi hari.

Sebagai ruang transisi, foyer mungkin dapat kelihatan dari luar rumah, yaitu saat pintu dibuka lebar-lebar. Dan Anda tidak perlu khawatir orang melihat isi dalam rumah Anda dari luar. Udara dapat masuk, bagian interior rumah yang menawan sudah kelihatan, tetapi privacy anda tetap terjaga.
Pilihan warna cat yang hangat, penataan lampu yang tepat, sebuah lukisan, cermin atau meja kecil dan sebuah vas bunga, dapat memperkuat fungsi foyer. Foyer dapat menjadi semacam undangan, ungkapan selamat datang, dan janji suasana hangat yang akan diterima tamu di dalam rumah.

foyer

Sumber :
Tip 30 Lebih Jauh tentang Foyer, Cermin Kehangatan Penghuni Rumah
www.rumah.com
http://indekor-furnishing.blogspot.co.id/2013/09/foyer-untuk-rumah-kecil.html
www.decorpad.com
www.architectureartdesigns.com

Solusi Rumah Mungil Agar Terkesan Lapang dan Nyaman

Rumah mungil bukan berarti anda tidak bisa mendesainnya dengan baik dan tinggal dengan nyaman di dalamnya. Justru rumah berukuran mungil biasanya malah tampil lebih homey dibandingkan dengan rumah mewah yang luas. Dengan desain yang baik dan penataan interior yang sesuai, desain rumah mungil dapat memberikan kenyamanan, kehangatan, dan keindahan.

Berikut ini beberapa tips yang dapat anda ikuti agar rumah mungil anda terlihat lapang dan nyaman :

1. Plafon yang Tinggi

Jika ruangan anda terbatas luasnya, dengan membuat plafon lebih tinggi, selain dapat memberi kesan ruangan lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas, plafon yang tinggi dapat memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

 2. Manfaatkan Ruangan Kosong Se-efisien Mungkin

Kunci menata rumah mungil yang memiliki keterbatasan lahan adalah efisiensi ruang. Cermati ruangan-ruangan yang kosong di dalam rumah dengan memanfaatkan ruangan tersebut untuk meletakkan barang, misalnya pada ruangan bawah tangga, anda dapat menjadikannya lemari/ bufet yang dapat anda isi dengan perabot/ perkakas yang sering anda gunakan sehari-hari, seperti alat berkebun, perkakas tukang, rak sepatu, dll. Namun, hindari menumpuk barang agar ruangan selalu terlihat rapi.

 3.  Efektifitas Fungsi Ruang dan Meminimalkan Penyekat Antar Ruang

Menggabungkan fungsi ruang yang saling berkaitan dengan meminimalkan penyekat antar ruang, meminimalkan pintu, atau menggunakan pintu geser. Jika seandainya kita membutuhkan penyekat antar ruangan, kita bisa menggunakan partisi (penyekat ruang non permanen yang biasanya terbuat dari kayu/ bambu yang dapat diatur/ dipindahkan sesuai keinginan penghuni rumah).

 4.  Pemanfaatan Ruang Terbuka

Adanya ruang terbuka memberikan penerangan maksimal ke dalam rumah dan sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik. Masuknya pencahayaan alami (sinar matahari) ke dalam rumah akan membuat ruangan lebih terang sehingga akan terlihat lebih lapang.

 5.  Penataan Interior dan Furniture

Isi ruangan dengan furniture berukuran kecil dan warna yang terkesan lembut dengan tujuan menghasilkan efek luas dan ringan, serta pastikan sebelum membeli, anda sudah mengukur lebih dulu luasan ruangan. Gunakan furniture modular yang mudah dikombinasikan. Ini berguna sewaktu-waktu jika anggota keluarga anda bertambah/ ingin memperluas ruangan. Funiture modular dapat dibongkar dan dikurangi volumenya. Pilih kursi/ sofa yang memiliki sandaran rendah dan / atau tanpa lengan.

 6.  Pemilihan Gaya Rumah,Teknik Pencahayaan dan Warna Ruang

Gaya minimalis akan membuat penampilan rumah anda semakin menarik. Kurangi detail, barang-barang dan furniture yang tidak perlu, sehingga akan membuat rumah terasa lebih lapang. Pilih motif dan tekstur yang simple, berukuran kecil, apabila perlu pilih yang polos saja.

Dengan teknik pencahayaan yang sesuai, dapat menghasilkan kondisi ruang yang terang sehingga terkesan lebih luas. Dalam memberikan warna ada baiknya jangan memberikan warna gelap pada rumah mungil karena akan memberikan kesan sumpek/ sempit. Pilihlah warna dinding yang terang dan cerah, kombinasikan warna-warna terang, ringan dan lembut terutama pada bidang yang luas seperti dinding dan lantai.

7.  Peletakan Jendela dan Pemilihan Kaca/ Cermin.

Atur letak jendela dan gunakan kaca yang tepat. Pilih jendela dengan ukuran tidak besar, dipasang dengan posisi yang tepat agar sinar matahari dapat bebas masuk dan membantu sirkulasi rumah sehingga memberikan kehangatan dan memperluas pandangan.

Gunakan kaca yang tidak bermotif, cermin yang agak besar dan tidak terlalu banyak pada sudut tertentu di dalam rumah agar ruangan terkesan lapang.

Sekian tips dari kami tentang bagaimana menyiasati rumah mungil agar terlihat lapang dan nyaman.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba …..

Penulis : Risma Andarini, S.T., M.T. (Dosen Arsitektur Uwika)

Sumber :

http://klikrumahanda.blogspot.co.id/2012/04/solusi-penyimpanan-di-dapur-mungil.html

http://tsgarchitectureanddesign.blogspot.co.id/2013/02/bagaimana-menyiasati-rumah-mungil-agar.html

http://rumahmasadepan.com/desain-rumah-mungil-lengkap-dengan-interiornya-yang-unik/

http://arsitektur.me/2015/08/desain-arsitektur-nyaman-rumah-mungil/

http://www.decorpad.com

https://archipediafirst.wordpress.com/2014/09/08/tips-agar-rumah-terlihat-luas/

http://inforumahminimalis.com/desain-interior-rumah-mungil-dengan-furniture/