TEMU KARYA ILMIAH MAHASISWA ARSITEKTUR INDONESIA XXXV YOGYAKARTA

Temu karya ilmiah mahasiswa arsitektur Indonesia (TKI-MAI) merupakan sebuah wadah serta forum bagi mahasiswa arsitektur se-indonesia untuk berdiskusi, bertukar pikiran, mengembangkan potensi dan kreatifitas, serta memperluas wawasan arsitektur. Sebagai upaya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan implementasi berupa pengabdian kepada masyarakat melalui ilmu arsitektur.

Komitmen dan kesepakatan yang dihasilkan dalam temu karya ilmiah mahasiswa arsitektur Indonesia akan dikomunikasikan dan diorganisir oleh Badan Pekerja Rayon (BPR) di masing-masing provinsi atau wilayah. Dalam TKI-MAI terdapat 20 BPR yang tergabung di dalamnya, yaitu :

BPR 1    :    DKI Jakarta                                     BPR 11  :    Sulawesi Utara

BPR 2    :    Jawa Barat                                       BPR 12  :    Sumatera Utara

BPR 3    :    Jawa Tengah                                    BPR 13  :    Sulawesi Tenggara

BPR 4    :    D.I. Yogyakarta                                BPR 14  :    Aceh

BPR 5    :    Jawa Timur                                      BPR 15  :    Sumatera Selatan

BPR 6    :    Bali                                                  BPR 16  :    Nusa Tenggara Timur

BPR 7    :    Sulawesi Selatan                              BPR 17  :    Maluku Utara

BPR 8    :    Sumatera Barat                                BPR 18  :    Gorontalo

BPR 9    :    Riau                                                 BPR 19  :    Lampung

BPR 10  :    Sulawesi Tengah                              BPR 20  :    Kalimantan

Tujuan :

  • Menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu : pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  • Keikutsertaan mahasiswa arsitektur Indonesia dalam pengembangan wisata di masing-masing daerah.
  • Bertambahnya wawasan mahasiswa arsitektur akan perkembangan bidang arsitektur dalam hal
  • Terjadinya pertukaran ide dan gagasan antara mahasiswa arsitektur dalam hal tourism.
  • Memperkenalkan arsitektur kepada masyarakat umum.

Globalisasi atau proses integrasi internasional telah membawa banyak perubahan pada suatu kota, baik dari segi ekonomi, sosial, dan masyarakat. Saat ini banyak kota besar di Indonesia yang telah kehilangan wajahnya. Ciri kota itu hilang karena modernitas dan bangunan-bangunan yang tampak sama dengan bangunan-bangunan dari kota lain. Arsitektur hendaknya merespon isu ini. Bagaimana mempertahankan wajah sebuah kota sebagai sebuah persiapan dari global tourism, sehingga ketika orang berkunjung ke setiap kota terutama Kota Yogyakarta, mereka akan mengenal bagaimana di sana dan apa yang membuatnya istimewa dari tempat lain melalui arsitektur.

Pada kegiatan TKI-MAI ini dilaksanakan beberapa paket kegiatan, yaitu forum komunikasi, diskusi ilmiah, pengabdian masyarakat, pameran, dan jelajah wisata. Setiap individu memiliki hak untuk memilih paket yang telah disediakan. Di tahun ini BPR 5 Jawa Timur memberangkatkan 60 peserta dari perwakilan 14 Universitas yang berada di daerah Lamongan, Surabaya, dan Malang.

Hari pertama 28 Juli 2019, sampai di Daerah Istimewa Yogyakarta, kita semua beristirahat di Asrama Haji Ring Road Utara dan mempersiapkan kirab budaya. Kirab budaya dimulai dari DPRD Yogyakarta, melewati Jl. Malioboro dan sampai di alun-alun kidul yang terdapat pohon beringin kembar dengan setiap BPR membawa maskot tersendiri yang menampilkan baju daerah dari masing-masing pulau untuk mewakili BPR. Setelah kirab budaya selesai, dilanjutkan acara seminar nasional yang diadakan di gedung Graha Wana Bhakti Yasa dengan mengangkat tema Cultural Tourism dalam Ranah Urban dengan menghadirkan pembicara Sukamto,S.H, M.H, Ir. Ahmad Saifudin Mutaqi, M.T, IAI, AA., Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch, Ph.D, dan Andra Matin. Pada acara seminar tersebut, TKI-MAI XXXV YOGYAKARTA resmi dibuka.

Hari kedua 29 Juli 2019, dilakukan pembagian masing-masing paket. Di mana Forum Komunikasi tetap berada di Asrama Haji, pameran dilaksanakan di gedung Sasano Hinggil, Diskusi Ilmiah dilaksanakan  di Omah Babadan Asrama Universitas Katolik Duta Wacana, sedangkan Pengabdian Masyarakat dibagi menjadi beberapa, yaitu Dusun Balong, Kuweron, Sumberan, Bandaran, Gading Kulon, dan Kemiri.

Dalam beberapa hari, setiap paket melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di paket tersebut. Setelah tugas dan tanggung jawab diselesaikan, para peserta menuju ke beberapa dusun untuk melaksanakan pengabdian masyarakat bersama. Paket Pameran sampai terlebih dahulu, setelah itu disusul oleh Paket Diskusi Ilmiah pada tanggal 2 Agustus 2019. Para peserta masih berusaha menyesuaikan kondisi di lokasi sambil menunggu Paket Forum Komunikasi datang di setiap dusun. Tanggal 3 Agustus 2019 Paket Forum Komunikasi datang pada malam hari, dikarenakan agenda acara melebihi target waktu yang telah direncanakan.

Tanggal 4 Agustus 2019 dilakukan pembagian kelompok baru untuk membantu pekerjaan Paket Pengabdian Masyarakat, di mana pada setiap dusun memiliki tugas yang berbeda, mulai dari mengembangkan fasilitas, pemanfaatan lahan, instalasi penerangan jalan, dll. Aktifitas tersebut dilakukan sampai dengan tanggal 7 Agustus 2019 dan pada malam harinya pada setiap dusun diadakan acara penutupan, mulai dari api unggun, beberapa penampilan panggung, dll.

Tanggal 8 Agustus 2019 semua peserta kembali ke Asrama Haji Ring Road Utara untuk mempersiapkan acara terakhir, yaitu clossing ceremony yang akan dilaksanakan di Gedung Pusat Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gajah Mada. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 wib dengan sambutan dari tuan rumah Yogyakarta dan dilanjutkan oleh penampilan dari setiap BPR. Dalam acara clossing ceremony kali ini, suasana membaur menjadi satu dengan tidak memandang dari mana mereka berasal. Acara berakhir pukul 23.30 wib dan kembali menuju Asrama Haji untuk beristirahat, dikarenakan esok harinya sudah pada harus kembali pulang ke daerah masing-masing.

Dari kegiatan ini, kami mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan karena dapat bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai macam pengalaman baru, bertambah wawasan yang tidak kami dapatkan di bangku  perkuliahan, belajar bagaimana berkomunikasi dan bersikap dengan orang sekitar, sehingga kita dapat mengetahui sikap, sifat, kebudayaan, sampai bahasa dari berbagai daerah, belajar kerja kelompok dengan banyak orang dan menyatukan dalam satu hasil karya.

1566444866098 1566444894251 1566448707744 1566448840425 1566448972347 1566448978999 1566449153943

Studium General “Arsitektur Tropis”

Pada hari Kamis, 22 November 2018, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan Studium General yang mengulas tentang Arsitektur Tropis dengan pemateri Bp. Andy Rahman, S.T., IAI. Materi pembahasannya lebih memberi semangat kepada para mahasiswa arsitektur untuk mengembalikan Arsitektur Ketukangan Nusantara dan Mengkinikan Arsitektur Nusantara, di mana Arsitektur Nusantara terbentuk karena lingkungan yang tropis, dengan contoh hasil karya dari Andy Rahman Architect, yaitu Omah Boto dengan mengeksplorasi material utama batu bata. Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang dunia arsitektur.SG Arsitektur Tropis 22 Nov 2018

Pengalaman Mengikuti Kegiatan TKI-MAI ke-34 Sulawesi Tengah 2018

Kegiatan TKI-MAI merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Arsitektur Indonesia setiap tahunnya. Kami, Samuel Yuhan dan Kennant Evander merupakan Mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya. Surabaya sendiri merupakan bagian dari Badan Pengurus Rayon 5 Jawa Timur, di mana Badan Pengurus Rayon 5 Jawa Timur terdiri dari Universitas yang berada di Kota Malang, Surabaya, dan Lamongan, yang menjadi anggota dari Badan Pengurus Rayon 5 Jawa Timur.

Kegiatan TKI-MAI 34 Sulawesi Tengah dilaksanakan di beberapa kota yaitu, Palu, Togean, Banggai, dan Poso. Kegiatan TKI MAI 34 Sulawesi Tengah berlangsung pada tanggal 26 Agustus sampai 3 September 2018 dengan tema Arsitektur Nusantara. Hampir seluruh Mahasiswa Arsitektur yang ada di Indonesia berkumpul di Kota Palu untuk mengikuti acara TKI-MAI tersebut.

Keberangkatan Mahasiswa Arsitektur Jawa Timur berlangsung pada tanggal 22 Agustus 2018. Berangkat lebih awal, dikarenakan kami menggunakan transportasi kapal laut untuk menuju Kota Makassar. Pada tanggal 23 Agustus 2018 kami sampai di Kota Makassar pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA. Sesampainya di Pelabuhan Makassar, kami Mahasiswa Arsitektur Jawa Timur disambut oleh Mahasiswa Arsitektur Makassar dengan baik. Walaupun Jawa Timur dan Makassar secara jarak sangat berjauhan, namun Mahasiswa Arsitektur Makassar menyambut Mahasiswa Arsitektur Jawa Timur bagaikan keluarga sendiri. Di Kota Makassar, Mahasiswa Arsitektur Makassar menyediakan sebuah wisma untuk Mahasiswa Arsitektur Jawa Timur menginap, yaitu Wisma Tarakan yang merupakan wisma yang disediakan pemerintah untuk mahasiswa dari Tarakan.

Pada tanggal 24 Agustus 2018, Mahasiswa Arsitektur Makassar melakukan pelepasan peserta TKI-MAI yang dihadiri oleh Ketua IAI Sulawesi Selatan. Setelah acara tersebut, kami berangkat menuju Kota Palu dengan menggunakan transportasi bus selama 1 hari 2 malam. Dalam  perjalanan menuju Kota Palu, banyak sekali keindahan yang disajikan oleh Pulau Sulawesi, dari pemandangan gunung hingga pemandangan laut. Tanggal 25 Agustus 2018 malam, kami sampai di Kota Palu yang kemudian menuju area pameran unuk mendekorasi stand pameran, di mana kami bekerja dari pukul 23.00 – 05.00 WITA. Di sana, kami merasakan pengalaman hidup yang sebenarnya dari seorang Mahasiswa Arsitektur. Dimulai dari begadang dan harus dapat menikmati tidur di tempat mana saja.

Pada tanggal 26 Agustus 2018, kegiatan diawali dengan persiapan untung long march di Kota Palu, dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Wali Kota Palu. Pada hari berikutnya, kegiatan sudah dibagi pada setiap paket kegiatan, di mana kami mengikuti kegiatan forum komunikasi yang berlangsung di Wisma Donggala. Sebelum dibagi setiap paket kegiatan, secara bersama kami mengikuti seminar nasional dengan salah satu pembicaranya adalah Yu Sing, seorang arsitek ternama. Pada kesempatan tersebut, dibahas tentang keragaman Arsitektur Tradisional di Indonesia, serta potensi dan keadaan daerah lokal yang dapat diolah secara arsitektural. Setelah mengikuti kegiatan seminar tersebut, kami kembali ke stand pameran yang berada di Lapangan Vatulemo. Setibanya di sana, kami melihat stand pameran yang kami buat kemarin malam, rusak karena angin kencang, sehingga malam itu juga, kami kembali begadang untuk mengerjakan stand pameran yang tentunya dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya, agar tidak rusak kembali oleh angin kencang. Kegiatan forum komunikasi berlangsung sampai tanggal 2 September 2018, dikarenakan banyak agenda yang harus diselesaikan. Pada tanggal 3 September 2018, kami bertugas menjaga stand dari pukul 15.00 – 00.00 WITA. Pada kesempatan tersebut, kami banyak bertemu dengan teman-teman baru dari Jakarta dan Bali, dan kami sempat ditraktir Roti John yang enak oleh teman-teman dari Palu. Dan acara berikutnya adalah penutupan kegiatan yang berlangsung di Refan’s Cafe di area pantai. Acara penutupan berlangsung sampai pukul 02.00 WITA, dibuka oleh Wakil Walikota Palu, Bp. Sigit Purnomo Said atau yang dikenal sebagai “Pasha Ungu”, dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian tradisional Sulawesi Tengah, kemudian persembahan perform dari masing-masing BPR, dan diakhiri dengan pelepasan lampion. Setelah itu kami langsung menuju bandara untuk evaluasi kegiatan dan pulang kembali menuju Jawa Timur.

Dari keberangkatan dan selama acara kegiatan TKI-MAI, kami belajar banyak hal yang selama menjadi Mahasiswa Arsitektur belum pernah kami dapatkan. Dimulai dari kekeluargaan antar Mahasiswa Arsitektur, ilmu tentang Arsitektur Tropis, serta Arsitektur Nusantara yang ada di setiap Badan Pengurus Rayon, hingga cara berlangsungnya sidang yang benar, di mana selama ini di himpunan belum dilaksanakan, dan sangat berkesan karena mengharuskan kami untuk keluar dari zona nyaman dan dapat memperluas wawasan karena dapat bertemu dengan banyaknya teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Kami agak menyesal tidak mengikuti acara TKI-MAI dari kami masuk kuliah, karena ternyata banyak sekali ilmu yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang membuka mata akan esensi yang sebenarnya dalam berArsitektur.

TKI-MAI 2018TKI-MAI 2018_2

Studium General ke Milan Gallery Ceramics

Hari Rabu, 13 September 2017, Mahasiswa Arsitektur dari Universitas Widya Kartika Surabaya, berkesempatan mengunjungi Milan Galery di Jalan Pahlawan No. 2 Surabaya. Galeri Milan tersebut terdiri dari jenis produk bahan bangunan : Milan Tiles, Elephant Gypsum Board, Woodplank Elephant, dan Genteng M-Class, dengan materi pembahasan dari :

  1. Milan Tiles

–  Proses produksi keramik

– Teknologi, fungsi, dan peruntukan jenis tile

– Permasalahan yang terjadi di lapangan

  1. Elephant Gypsum Board

– Jenis-jenis papan pelapis plafon

– Proses produksi papan gypsum

– Aplikasi dan pemecahan permasalahan di lapangan

  1. Woodplank Elephant

– Proses produksi woodplank

– Aplikasi dan permasalahan yang terjadi di lapangan

  1. Genteng M-Class.

– Macam dan jenis genteng serta proses produksinya

– Kelebihan dan kekurangan genteng keramik

– Permasalahan yang umum terjadi di lapangan

Mahasiswa arsitektur mendapat kesempatan untuk mendengar presentasi bahan-bahan tersebut sebagai referensi bahan bangunan. Selain presentasi tentang bahan, Galeri Milan juga menarik untuk ditinjau dalam hal penataan dan desain interior finishing keramik. Mahasiswa bisa melihat aplikasi pemasangan keramik, untuk dinding, lantai, meja, dsb. Di akhir presentasi, mahasiswa mendapat doorprize menarik serta hadiah bagi yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, sekaligus makan siang bersama. Semoga dengan acara Studium General seperti ini, mahasiswa dapat belajar secara menyenangkan, di luar kampus, dengan suasana berbeda, untuk melengkapi materi kuliah yang didapatkan di dalam kampus.

Milan, 13 Sept 2017

Kuliah Lapangan di Grand Sungkono Lagoon – Surabaya Barat

Hari Kamis, 07 September 2017, mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Kartika semester V dan VII berkesempatan mengikuti kegiatan kuliah lapangan di proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon di Surabaya Barat. Kegiatan kuliah lapangan ini dilakukan sehubungan dengan materi perkuliahan dan tugas besar Desain Arsitektur yang mereka ambil yakni perancangan bangunan bertingkat tinggi dengan pilihan obyek hotel, perkantoran, apartemen, dan mix used building.

Dipilihnya proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon sebagai obyek studi lapangan ini karena obyek tersebut masih dalam proses konstruksi dan berkonsep Green Building. Dengan demikian para mahasiswa dapat melihat dan mempelajari secara langsung bagian dalam bangunan seperti sistem utilitas, sistem konstruksi, dan penerapan Green Building pada bangunan tinggi yang sebelumnya hanya dipelajari melalui gambar-gambar dua dimensi pada buku-buku teks di bangku kuliah.

Adapun enam aspek Green Building di project ini diwujudkan melalui :

  1. Appropriate site development : GSL menyediakan sarana untuk pedestrian, akses komunitas, bicycle rack, landscape dan hardscape, storm water management.
  2. Energy efficiency and conservation : GSL menerapkan desain fasad yang memudahkan cahaya matahari masuk melalui reflector pada sun shading, sehingga menciptakan pencahayaan ruang yang alami.
  3. Water conservation : GSL mengurangi pemakaian air dari sumber primer (PDAM, Deep well) melalui efficient water fixturedan rain water harvestingrecycle water serta alternative water resourcewater efficiency landscaping.
  4. Material resourcesdan cycle : GSL menggunakan material non CFC pada pengatur suhu ruangan dan menggunakan material yang memiliki sertifikasi hijau.
  5. Indoor health quality : 80 % manusia hidup dalam ruangan, sementara konsentrasi polusi bisa mencapai 10-100 kali lipat daripada luar ruangan yang disebabkan ventilasi yang buruk, kontaminasi zat kimia dari dalam ruang seperti asap rokok, pencemaran material bangunan, suhu kelembaban udara dan pencahayaan tak memadai. Untuk menghindari hal itu, GSL menerapkan penerangan yang memenuhi syarat dan suhu nyaman.
  6. Building environment management : GSL memiliki instalasi pengolah sampah dan composting, serta pengelolaan limbah konstruksi.

Pada kuliah lapangan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping : Bp. Ary D. J., S.T., M.T. , Bp. Siafril Yudha, S.T., M.T. , dan Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. Selama kegiatan tersebut para mahasiswa banyak bertanya terkait obyek studi lapangan seperti sistem utilitas, zoning ruang, hingga manajemen konstruksi.

Grand Sungkono Lagoon

Kuliah Lapangan ‘Finna Golf & Country Club Resort dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup)’

Semester genap 2016/ 2017 ini mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika berkesempatan untuk melaksanakan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort – Pandaan dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Arsitektur semester 4, dengan didampingi oleh : Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. dan Bapak Agustinus Angkoso, S.T. Kunjungan pertama kuliah lapangan ini dilakukan di Finna Golf & Country Club Resort, yang merupakan tempat olahraga golf yang dirancang dengan standart internasional, fasilitas cottages, kolam renang, bar dan restoran, spa, convention hall dan ruang pertemuan, yang menyajikan pemandangan Pegunungan Welirang yang indah. Selain itu juga dilengkapi dengan club house dengan gaya Mediteranian lengkap dengan restaurant, spike bar & shop dan locker untuk pria dan wanita. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan ini, kami dipandu oleh Bapak Aswan selaku Manager Engineering Finna Golf & Country Club Resort.kulap finna golf

Setelah melakukan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort, kami melanjutkan perjalanan untuk kuliah lapangan berikutnya, yaitu menuju PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) – Trawas dirancang oleh Ulrich Folke (Arsitek berkebangsaan Jerman) dengan konsep “back to nature“ (kembali ke alam), dengan mengambil perpaduan gaya arsitektur Jawa dan Bali. PPLH terkenal sebagai tempat yang berwawasan lingkungan, tidak hanya dari segi arsitektural, tapi meliputi pola dan gaya hidup yang diajarkan, berusaha mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan. Sampah dipisahkan sesuai jenisnya: sampah basah dan kering. Setelah itu diolah untuk menjadi kompos ataupun didaur ulang. Makanan yang disediakan adalah makanan organik. Selain itu kompleks PPLH memiliki mikro hydro sebagai salah satu upaya menghasilkan energi lokal. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) ini, kami dipandu oleh Bapak Yudha Prasetya.
kulap pplh

Dari kunjungan ke Finna Golf & Country Club Resorti, mahasiswa mendapat ilmu tentang perancangan resort yang bertema Arsitektur Modern, memanfaatkan potensi lingkungan, serta solusi perancangan terhadap lahan yang berkontur, sedangkan pada kunjungan ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai arsitektur berwawasan lingkungan dengan studi kasus bangunan massa banyak di lahan berkontur, sehingga nantinya dapat terwujud suatu rancangan “green design” sebagai langkah dan upaya menuju arsitektur yang berkelanjutan.

Studium General “Green Building”

Pada hari Senin, 26 September 2016, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan Studium General yang mengulas tentang Green Building dengan pemateri Bp. Ary Dwi Jatmiko, S.T., M.T. Adapun materi pembahasannya meliputi pengertian tentang Green Building, greenship criteria, energy effiency & conservation, indoor health & comfort, dll. Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa arsitektur akan pentingnya pengetahuan ini untuk bumi yang lebih baik.

20160926_103411

Format Pengumpulan Karya Lomba Fotografi

Gallery

Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya menyelenggarakan lomba fotografi dengan tema „Green Design for City – Bingkai Arsitektur Hijau Kota Surabaya.“ Hasil foto dicetak seukuran 5R, dilengkapi dengan deskripsi karya dan dipresentasikan pada linen hitam ukuran A4 sesuai layout yang … Continue reading

Anugerah Surabaya Eco Campus 2012

Sebagai langkah awal mewujudkan budaya cinta lingkungan, program studi Arsitektur Universitas Widya Kartika turut berpartisipasi dalam lomba Surabaya Eco Campus 2012 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Program ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan HUT kota Surabaya ke 719.

Tinjauan langsung ke kampus-kampus yang turut berpartisipasi dalam lomba “Surabaya Eco Campus” dilakukan oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Surabaya dan Badan Lingkungan Hidup untuk memberikan penilaian terhadap kelayakan kampus yang bersangkutan dalam menyandang gelar Eco Campus. Point-point utama yang diperhitungkan dalam penilaian meliputi sistem manajemen lingkungan yang diterapkan, kepedulian individu, monitoring dan evaluasi, kemudian perbaikan sistem apabila diperlukan dan pada pelaksanaannya dilakukan secara terpadu dan gotong royong atau partisipatif (Badan Lingkungan Hidup Surabaya, 2012).

Tinjauan ke prodi Arsitektur UWIKA dilakukan pada 24 Juni 2012. Pada visitasi tersebut pihak kampus banyak mendapat masukan berharga yang bermanfaat untuk memperbaiki kondisi lingkungan kampus agar tetap hijau dan lebih ramah lingkungan.

Dari hasil akhir yang telah diumumkan, prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya menduduki peringkat ke 11 dari total 16 kampus yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebuah hasil yang patut diapresiasi dari langkah awal prodi Arsitektur UWIKA untuk mewujudkan budaya kampus yang cinta lingkungan.

 

ARSITEKTUR UWIKA MENUJU ECO CAMPUS

Gallery

This gallery contains 3 photos.

Penurunan kualitas lingkungan yang diindikasikan dari terjadinya perubahan iklim, pencemaran air,  udara, dan tanah, krisis air, energi, dan sumber daya alam, serta berkurangnya lahan hijau dewasa ini menunjukkan kurangnya kepedulian kita, manusia terhadap lingkungan. Padahal lingkungan merupakan tempat manusia sehari-hari … Continue reading