Kuliah Lapangan di Grand Sungkono Lagoon – Surabaya Barat

Hari Kamis, 07 September 2017, mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Kartika semester V dan VII berkesempatan mengikuti kegiatan kuliah lapangan di proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon di Surabaya Barat. Kegiatan kuliah lapangan ini dilakukan sehubungan dengan materi perkuliahan dan tugas besar Desain Arsitektur yang mereka ambil yakni perancangan bangunan bertingkat tinggi dengan pilihan obyek hotel, perkantoran, apartemen, dan mix used building.

Dipilihnya proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon sebagai obyek studi lapangan ini karena obyek tersebut masih dalam proses konstruksi dan berkonsep Green Building. Dengan demikian para mahasiswa dapat melihat dan mempelajari secara langsung bagian dalam bangunan seperti sistem utilitas, sistem konstruksi, dan penerapan Green Building pada bangunan tinggi yang sebelumnya hanya dipelajari melalui gambar-gambar dua dimensi pada buku-buku teks di bangku kuliah.

Adapun enam aspek Green Building di project ini diwujudkan melalui :

  1. Appropriate site development : GSL menyediakan sarana untuk pedestrian, akses komunitas, bicycle rack, landscape dan hardscape, storm water management.
  2. Energy efficiency and conservation : GSL menerapkan desain fasad yang memudahkan cahaya matahari masuk melalui reflector pada sun shading, sehingga menciptakan pencahayaan ruang yang alami.
  3. Water conservation : GSL mengurangi pemakaian air dari sumber primer (PDAM, Deep well) melalui efficient water fixturedan rain water harvestingrecycle water serta alternative water resourcewater efficiency landscaping.
  4. Material resourcesdan cycle : GSL menggunakan material non CFC pada pengatur suhu ruangan dan menggunakan material yang memiliki sertifikasi hijau.
  5. Indoor health quality : 80 % manusia hidup dalam ruangan, sementara konsentrasi polusi bisa mencapai 10-100 kali lipat daripada luar ruangan yang disebabkan ventilasi yang buruk, kontaminasi zat kimia dari dalam ruang seperti asap rokok, pencemaran material bangunan, suhu kelembaban udara dan pencahayaan tak memadai. Untuk menghindari hal itu, GSL menerapkan penerangan yang memenuhi syarat dan suhu nyaman.
  6. Building environment management : GSL memiliki instalasi pengolah sampah dan composting, serta pengelolaan limbah konstruksi.

Pada kuliah lapangan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping : Bp. Ary D. J., S.T., M.T. , Bp. Siafril Yudha, S.T., M.T. , dan Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. Selama kegiatan tersebut para mahasiswa banyak bertanya terkait obyek studi lapangan seperti sistem utilitas, zoning ruang, hingga manajemen konstruksi.

Grand Sungkono Lagoon

Bingkai Arsitektur 2017: Eco-School

Tahun 2017 ini akhirnya Lomba Tahunan Bingkai Arsitektur berhasil diadakan kembali setelah vakum selama 1 tahun. Tema lomba tahun ini adalah Eco-School. Lomba yang diadakan kali ini meliputi lomba Mading 3D untuk siswa siswi SMA dan SMK, serta lomba sketsa sudut kota Surabaya bagi siswa siswi SMA, mahasiswa/i dan peserta umum.

Pembukaan Lomba Bingkai Arsitektur : Eco-School oleh Kaprodi Arsitektur Ririn Dina Mutfianti, S.T.,M.T.

Pembukaan Lomba Bingkai Arsitektur : Eco-School oleh Kaprodi Arsitektur Ririn Dina Mutfianti, S.T.,M.T.


Final lomba diadakan mulai hari Kamis – Sabtu, tanggal 23-25 Maret 2017 di kampus Universitas Widya Kartika Lantai Dasar. Ada 4 SMA/SMK yang masuk ke final lomba mading dan berkesempatan mempresentasikan karya Mading 3D-nya, yaitu: SMAK Frateran, SMAK St Louis 1, SMKN 5, dan Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya. Sedangkan untuk lomba sketsa, terdapat 21 karya sketsa yang ikut dipamerkan.
Juara I Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK St Louis 1 Surabaya

Juara I Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK St Louis 1 Surabaya


Juara II Lomba Mading 3D Eco-School dari SMKN 5  Surabaya

Juara II Lomba Mading 3D Eco-School dari SMKN 5 Surabaya


Juara III Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK Frateran Surabaya

Juara III Lomba Mading 3D Eco-School dari SMAK Frateran Surabaya


Peserta Lomba dari Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya

Peserta Lomba dari Sekolah Kristen Gloria 2 Surabaya


Pameran Lomba Karya Sketsa

Pameran Lomba Karya Sketsa

Pemenang lomba Mading 3D-Eco School adalah sebagai berikut:
Pemenang ke-1: SMAK St Louis 1 mendapat hadiah sebesar Rp. 2.000.000,-
Pemenang ke-2: SMKN 5 Surabaya mendapat hadiah sebesar Rp. 1.500.000,-
Pemenang ke-3: SMAK Frateran mendapat hadiah sebesar Rp. 1.000.000,-

Pemenang lomba sketsa Kota Surabaya adalah sebagai berikut:
Pemenang ke-1: Ida Bagus Gede Wisnu W.N. mendapat hadiah sebesar Rp. 500.000,-
Pemenang ke-2: Cak Ries mendapat hadiah sebesar Rp. 300.000,-
Pemenang ke-3: Evio Tanti Nanita mendapat hadiah sebesar Rp. 200.000,-
Pemenang Voting lomba Sketsa: Christy Chayadi

Selamat kepada Para Pemenang Lomba Mading 3D dan Lomba Sketsa. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan nantikan Lomba Bingkai Arsitektur tahun 2018 dari Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika!
IMG-20170330-WA0008

Kuliah Lapangan ‘Finna Golf & Country Club Resort dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup)’

Semester genap 2016/ 2017 ini mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika berkesempatan untuk melaksanakan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort – Pandaan dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Arsitektur semester 4, dengan didampingi oleh : Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. dan Bapak Agustinus Angkoso, S.T. Kunjungan pertama kuliah lapangan ini dilakukan di Finna Golf & Country Club Resort, yang merupakan tempat olahraga golf yang dirancang dengan standart internasional, fasilitas cottages, kolam renang, bar dan restoran, spa, convention hall dan ruang pertemuan, yang menyajikan pemandangan Pegunungan Welirang yang indah. Selain itu juga dilengkapi dengan club house dengan gaya Mediteranian lengkap dengan restaurant, spike bar & shop dan locker untuk pria dan wanita. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan ini, kami dipandu oleh Bapak Aswan selaku Manager Engineering Finna Golf & Country Club Resort.kulap finna golf

Setelah melakukan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort, kami melanjutkan perjalanan untuk kuliah lapangan berikutnya, yaitu menuju PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) – Trawas dirancang oleh Ulrich Folke (Arsitek berkebangsaan Jerman) dengan konsep “back to nature“ (kembali ke alam), dengan mengambil perpaduan gaya arsitektur Jawa dan Bali. PPLH terkenal sebagai tempat yang berwawasan lingkungan, tidak hanya dari segi arsitektural, tapi meliputi pola dan gaya hidup yang diajarkan, berusaha mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan. Sampah dipisahkan sesuai jenisnya: sampah basah dan kering. Setelah itu diolah untuk menjadi kompos ataupun didaur ulang. Makanan yang disediakan adalah makanan organik. Selain itu kompleks PPLH memiliki mikro hydro sebagai salah satu upaya menghasilkan energi lokal. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) ini, kami dipandu oleh Bapak Yudha Prasetya.
kulap pplh

Dari kunjungan ke Finna Golf & Country Club Resorti, mahasiswa mendapat ilmu tentang perancangan resort yang bertema Arsitektur Modern, memanfaatkan potensi lingkungan, serta solusi perancangan terhadap lahan yang berkontur, sedangkan pada kunjungan ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai arsitektur berwawasan lingkungan dengan studi kasus bangunan massa banyak di lahan berkontur, sehingga nantinya dapat terwujud suatu rancangan “green design” sebagai langkah dan upaya menuju arsitektur yang berkelanjutan.

Arsitektur UWIKA di Pameran MEGABUILD EAST INDONESIA, 3-6 November 2016

Tahun lalu, tepatnya di bulan November 2016, Program Studi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya (Uwika) mendapat kesempatan terhormat untuk menjadi salah 1 dari 3 Perguruan Tinggi di Surabaya yang diundang untuk mengisi Pameran dan Materi di Acara MEGA BUILD. Acara Pameran MEGABUILD East Indonesia yang diadakan di Grand City Convex Surabaya, 3-6 November 2016 merupakan event Pameran Nasional tentang Arsitektur, Interior Design, dan Bahan Bangunan. Dua Perguruan Tinggi yang diundang selain Arsitektur dari UWIKA adalah Universitas Kristen PETRA dan ITS.

IMG-20161103-WA0010

Panitia di Pameran Arsitektur UWIKA di Grand City, Megabuild 2016

Panitia di Pameran Arsitektur UWIKA di Grand City, Megabuild 2016

Selain mengadakan pameran di acara MEGA BUILD, Kaprodi dari Arsitektur Uwika, Ibu Ririn Dina Mutfianti, S.T., M.T., Dosen F. Priyo Suprobo, S.T., M.T., dan Dosen Risma Andarini, S.T., M.T. sekaligus menjadi Juri Lomba yang diadakan oleh MEGABUILD. Ada 2 lomba yang diadakan, yaitu Lomba Taman Bahagia (Happy Garden) dan Lomba Interior Ruang Tidur Anak.

Pemenang Lomba Taman Bahagia Megabuild 2016

Pemenang Lomba Taman Bahagia Megabuild 2016

Mahasiswa Arsitektur Alfon Julio Setiawan menjadi Juara 1 lomba Konsep Taman Bahagia. Juara 2 diraih oleh Mahasiswa Arsitektur Wendy Saputra sekaligus menjadi Juara Favorit.

Alfon Julio mahasiswa Arsitektur UWIKA mempresentasikan Konsep Desain Familia

Alfon Julio mahasiswa Arsitektur UWIKA mempresentasikan Konsep Desain Familia

Wendy Saputra, mahasiswa Arsitektur UWIKA meraih gelar Juara Favorit

Wendy Saputra, mahasiswa Arsitektur UWIKA meraih gelar Juara Favorit

Maju terus Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika !!

Studium General bersama Yuli Kalson Sagala, IAI

Hari Kamis, 23 February 2017, Program Studi Arsitektur kembali mengadakan Studium General. Kali tema yang diangkat adalah Metode dan Komunikasi dalam Arsitektur dengan mengundang pembicara arsitek Yuli Kalson Sagala, IAI. Adapun acara tersebut berlangsung di Gedung Kampus Universitas Widya Kartika (Uwika), lantai 3, khusus untuk mahasiwa Arsitektur dari semester awal hingga tingkat akhir.

IMG-20170307-WA0025
Beberapa poin menarik untuk direnungkan mengenai profesi Arsitektur adalah:
1. Arsitektur akan selalu memikirkan kebaikan. Yang dimaksud di sini tentunya adalah kebaikan pengguna bangunan dan lingkungan.
2. Menjadi Arsitek berarti harus terus berimajinasi, meski akan ada banyak batasan-batasan seperti budget, kemauan klien, tetapi tetap harus kreatif dan memanfaatkan yang ada menjadi suatu karya yang memuaskan.
3. Menjadi Arsitek berarti harus optimis dan berpikiran terbuka, harus pandai menyesuaikan diri dengan kepentingan publik dan orang banyak.
4. Menjadi Arsitek harus memikirkan kebutuhan proyek, bukan hanya keinginan klien atau idealisme Arsitek semata.

Diharapkan dengan adanya sharing pengalaman dan tambahan wawasan baru dari Arsitek Yuli Kalson Segala membawa mahasiswa Arsitektur Uwika berpikir lebih dalam mengenai profesi Arsitek.

Studium General Arsitektur UWIKA dengan Yuli Kalson Sagala, IAI

Studium General Arsitektur UWIKA dengan Yuli Kalson Sagala, IAI

Selamat kepada Lulusan Arsitektur di Acara Wisuda Universitas Widya Kartika Surabaya

Hari Kamis, 8 Desember 2016, Program Studi Arsitektur kembali meluluskan 8 orang mahasiswa yang telah berhasil melewati tahapan Tugas Akhir. Acara Wisuda Sarjana S1-XXVI dan Diploma 3-XIII berlangsung di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, dilaksanakan bersama-sama dengan lulusan dari program studi lainnya.
Selamat bagi para mahasiswa yang telah lulus di tahun 2016 ini. Semoga sukses dalam karir di dunia kerja dan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Congratulations!

Para wisudawan berfoto bersama Dekan Fakultas Teknik - Robby Kurniawan Budhi, S.Kom, M.Kom., Ketua Program Studi - Ririn Dina Mutfianti, S.T., M.T. dan Dosen Arsitekur

Para wisudawan berfoto bersama Dekan Fakultas Teknik – Robby Kurniawan Budhi, S.Kom, M.Kom., Ketua Program Studi – Ririn Dina Mutfianti, S.T., M.T. dan Dosen Arsitekur

Kuliah tamu Arsitektur Universitas Widya Kartika : Green Building Toward Sustainable Development

Kamis , 6 April 2015 lalu, Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya (UWIKA) mengundang pakar bidang Arsitektur, Prof. Dr. –Ing. Ir. Gagoek Hardiman untuk menyampaikan kuliah tamu tentang Green Design for Tropical Architecture : GREEN BUILDING TOWARD SUSTAINABLE DEVELOPMENT.

Issue tentang green design, green building, sustainable design, termasuk eco-technology menjadi penting untuk mendukung sustainable development (pembangunan yang berkelanjutan). Prof. Gagoek Hardiman menyampaikan bahwa adanya green movement ini disebabkan oleh kondisi-kondisi yaitu: energy shortage (sumber energy yang terbatas), degradation of environmental quality (menurunnya kualitas lingkungan), dan limited natural resources (terbatasnya sumber daya alam).

Maka dari itu, arsitektur berperan penting dalam mewujudkan suatu pembangunan yang berkelanjutan, yang memperhatikan keberlanjutan pembangunan tidak hanya untuk generasi saat ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang. Prinsip-prinsip arsitektur hijau diantaranya adalah: (1) Less energy consumption, (2) Less emission, (3) Less waste.