Kuliah Lapangan Bangunan Rumah Tinggal Bertemakan Heritage

Semester gasal 2017 – 2018 ini, mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika berkesempatan untuk melaksanakan kuliah lapangan Bangunan Rumah Tinggal di Jl. Progo, Surabaya. Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Arsitektur semester 1 dan 3 dengan didampingi oleh : Ibu Ririn Dina Mutfianti, S.T., M.T.dan Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. Tujuan kuliah lapangan ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai arsitektur heritage dengan studi kasus bangunan rumah tinggal bertemakan heritage. Dari penuturan Bp. Eka Budi Santosa, selaku pemilik rumah, dijelaskan tentang awal sejarah berdirinya bangunan, gaya arsitektur bangunan, proses pengembangan antar ruangan, hingga tentang detail interiornya.

Jl Progo 8

Kuliah Lapangan di Grand Sungkono Lagoon – Surabaya Barat

Hari Kamis, 07 September 2017, mahasiswa Arsitektur Universitas Widya Kartika semester V dan VII berkesempatan mengikuti kegiatan kuliah lapangan di proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon di Surabaya Barat. Kegiatan kuliah lapangan ini dilakukan sehubungan dengan materi perkuliahan dan tugas besar Desain Arsitektur yang mereka ambil yakni perancangan bangunan bertingkat tinggi dengan pilihan obyek hotel, perkantoran, apartemen, dan mix used building.

Dipilihnya proyek pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon sebagai obyek studi lapangan ini karena obyek tersebut masih dalam proses konstruksi dan berkonsep Green Building. Dengan demikian para mahasiswa dapat melihat dan mempelajari secara langsung bagian dalam bangunan seperti sistem utilitas, sistem konstruksi, dan penerapan Green Building pada bangunan tinggi yang sebelumnya hanya dipelajari melalui gambar-gambar dua dimensi pada buku-buku teks di bangku kuliah.

Adapun enam aspek Green Building di project ini diwujudkan melalui :

  1. Appropriate site development : GSL menyediakan sarana untuk pedestrian, akses komunitas, bicycle rack, landscape dan hardscape, storm water management.
  2. Energy efficiency and conservation : GSL menerapkan desain fasad yang memudahkan cahaya matahari masuk melalui reflector pada sun shading, sehingga menciptakan pencahayaan ruang yang alami.
  3. Water conservation : GSL mengurangi pemakaian air dari sumber primer (PDAM, Deep well) melalui efficient water fixturedan rain water harvestingrecycle water serta alternative water resourcewater efficiency landscaping.
  4. Material resourcesdan cycle : GSL menggunakan material non CFC pada pengatur suhu ruangan dan menggunakan material yang memiliki sertifikasi hijau.
  5. Indoor health quality : 80 % manusia hidup dalam ruangan, sementara konsentrasi polusi bisa mencapai 10-100 kali lipat daripada luar ruangan yang disebabkan ventilasi yang buruk, kontaminasi zat kimia dari dalam ruang seperti asap rokok, pencemaran material bangunan, suhu kelembaban udara dan pencahayaan tak memadai. Untuk menghindari hal itu, GSL menerapkan penerangan yang memenuhi syarat dan suhu nyaman.
  6. Building environment management : GSL memiliki instalasi pengolah sampah dan composting, serta pengelolaan limbah konstruksi.

Pada kuliah lapangan tersebut, para mahasiswa didampingi oleh dosen pendamping : Bp. Ary D. J., S.T., M.T. , Bp. Siafril Yudha, S.T., M.T. , dan Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. Selama kegiatan tersebut para mahasiswa banyak bertanya terkait obyek studi lapangan seperti sistem utilitas, zoning ruang, hingga manajemen konstruksi.

Grand Sungkono Lagoon

Sidang Tugas Akhir Semester Genap 2016 – 2017

Kamis, 13 Juli 2017, Prodi Arsitektur mengadakan Sidang Akhir Semester Genap 2016-2017. Mahasiswa Tugas Akhir kali ini berjumlah 11 orang, dengan 2 macam pilihan proyek Tugas Akhir : Perancangan Bangunan dan Perancangan Kawasan.

Nama-nama mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seusai Sidang, dengan catatan revisi paper adalah sebagai berikut :

  1. Harry Try Sutrisno, NRP. 21211004 – Perencanaan dan Perancangan Foodie Festive di Surabaya.
  2. Welya Sunjaya, NRP. 21212004 – Perencanaan dan Perancangan Perpustakaan Umum yang Sesuai dengan Gaya Hidup Urban di Surabaya.
  3. Intan Puspa Dewi G., NRP. 21212010 – Perencanaan dan Perancangan Hotel Transit di Sidoarjo.
  4. Tanjung Pria sadana, NRP. 21212016 – Perencanaan dan Perancangan Hotel Resort di Tepi Pantai Teleng Ria, Pacitan.
  5. Indahwati Setiawan, NRP. 21213001 – Perencanaan dan Perancangan Kompleks Sekolah Alam di Surabaya.
  6. Megawati Wijaya, NRP. 21213002 – Perencanaan dan Perancangan Ruang Terbuka dan Obyek Wisata Air Kawasan Tepian Sungai Kalimas Surabaya.
  7. Felicia Ivena Sutanto., NRP. 21213003 – Perencanaan dan Perancangan Kafe Kreatif dan Bersahabat di Surabaya.
  8. Yongky Kurniawan, NRP. 21213004– Perencanaan dan Perancangan Spasial Kawasan Perdagangan dan Jasa Sungai kalimas di Surabaya.
  9. Harris Tanoyo, NRP. 21213005 – Perencanaan dan Perancangan Dog care Center sebagai Pusat wadah Pelayanan dan Kesehatan Hewan Peliharaan Anjing di Surabaya.
  10. Alfon Julio Setiawan, NRP. 21213010 – Perencanaan dan Perancangan Pasar Multifungsi di Surabaya.
  11. Erly Karonia Ill Crysna P., NRP. 21215007 – Perencanaan dan Perancangan Spasial Kawasan Tepi Sungai Kalimas sebagai Kawasan Wisata Heritage dan Pelestarian Situs Kota Tua Surabaya.

Sidang TA 2017

Study Tour Hima Arsitektur ke Kota Semarang dan Yogyakarta

Tanggal 19 – 21 Mei 2017, mahasiswa Hima ARS Uwika (Arsitektur – Universitas Widya Kartika Surabaya) mengadakan Study Tour ke Kota Semarang dan Yogjakarta. Study tour kali ini didampingi oleh Dosen Pendamping Bp. Ary D. J., S.T., M.T. dengan mengunjungi beberapa tempat yang menarik untuk menambah wawasan bidang ilmu Arsitektur di samping tempat – tempat wisata.

Rombongan Hima ARS berangkat dari kampus Uwika di Sutorejo Prima Utara II/1 Surabaya tanggal 19 Mei 2017. Sesampai di Kota Semarang, kunjungan yang dilakukan, diantaranya :

Hari ke-1 (19 Mei 2017) :

Kunjungan  pertama dilakukan ke Gereja Blenduk yang terletak di Kawasan Kota Lama Semarang. Gereja Blenduk Semarang merupakan gereja yang dibangun pada tahun 1753 dan merupakan salah satu landmark di kota lama Semarang. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Selanjutnya rombongan mengunjungi Old City 3D Trick Art Museum Semarang. Tempat ini memiliki 108 foto gambar tiga dimensi untuk menjadi background foto yang unik. Gambar-gambarnya pun terdiri dari berbagai tema, mulai dari icon dunia, kartun, film, hingga tema wisata Semarangan. Berikutnya, rombongan berkunjung ke Klenteng Sam Po Kong. Klenteng Sam Po Kong adalah sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho, yang terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang

Hari ke – 2 (20 Mei 2017) :

Kunjungan di hari ke – 2 dimulai di Gedung Lawang Sewu yang masih terletak di Kawasan Kota Lama Semarang. Lawang Sewu (bahasa Indonesia : seribu pintu) adalah gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota SemarangJawa Tengah. Gedung ini dahulunya merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Mudayang, dahulu disebut Wilhelminaplein. Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero. Setelah kunjungan dari Gedung lawang Sewu, rombongan menuju Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah sebuah candi Budha yang terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah Barat Daya Kota Semarang, 86 km di sebelah Barat  Kota Surakarta, dan 40 km di sebelah Barat Laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Budha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Budha terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di kedua tempat ini mahasiswa arsitektur dapat belajar mengenai landmark kota, landscape, konservasi arsitektur serta kebudayaan arsitektur nusantara.

Hari ke – 3 (21 Mei 2017) :

Pada hari ke – 3, rombongan berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg. Museum Benteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Setelah puas berkeliling sekitar museum benteng, rombongan melanjutkan wisata ke Keraton Yogjakarta. Keraton Yogyakarta atau sering disebut dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terletak di jantung provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY), Indonesia. Karena tempatnya berada di tengah-tengah Kota Yogja, dimana ketika diambil garis lurus antara Gunung Merapi dan Laut Kidul, maka Keraton menjadi pusat dari keduanya. Keraton atau Kraton Yogja merupakan kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di tanah jawa.  Hingga saat ini, Keraton Yogja masih menyimpan kebudayaan yang sangat mengagumkan.

SE Jogja 2017

Kuliah Lapangan ‘Finna Golf & Country Club Resort dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup)’

Semester genap 2016/ 2017 ini mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika berkesempatan untuk melaksanakan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort – Pandaan dan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Kuliah lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Arsitektur semester 4, dengan didampingi oleh : Ibu Risma Andarini, S.T., M.T. dan Bapak Agustinus Angkoso, S.T. Kunjungan pertama kuliah lapangan ini dilakukan di Finna Golf & Country Club Resort, yang merupakan tempat olahraga golf yang dirancang dengan standart internasional, fasilitas cottages, kolam renang, bar dan restoran, spa, convention hall dan ruang pertemuan, yang menyajikan pemandangan Pegunungan Welirang yang indah. Selain itu juga dilengkapi dengan club house dengan gaya Mediteranian lengkap dengan restaurant, spike bar & shop dan locker untuk pria dan wanita. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan ini, kami dipandu oleh Bapak Aswan selaku Manager Engineering Finna Golf & Country Club Resort.kulap finna golf

Setelah melakukan kuliah lapangan di Finna Golf & Country Club Resort, kami melanjutkan perjalanan untuk kuliah lapangan berikutnya, yaitu menuju PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) – Trawas. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) – Trawas dirancang oleh Ulrich Folke (Arsitek berkebangsaan Jerman) dengan konsep “back to nature“ (kembali ke alam), dengan mengambil perpaduan gaya arsitektur Jawa dan Bali. PPLH terkenal sebagai tempat yang berwawasan lingkungan, tidak hanya dari segi arsitektural, tapi meliputi pola dan gaya hidup yang diajarkan, berusaha mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan. Sampah dipisahkan sesuai jenisnya: sampah basah dan kering. Setelah itu diolah untuk menjadi kompos ataupun didaur ulang. Makanan yang disediakan adalah makanan organik. Selain itu kompleks PPLH memiliki mikro hydro sebagai salah satu upaya menghasilkan energi lokal. Dalam rangkaian kegiatan kuliah lapangan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) ini, kami dipandu oleh Bapak Yudha Prasetya.
kulap pplh

Dari kunjungan ke Finna Golf & Country Club Resorti, mahasiswa mendapat ilmu tentang perancangan resort yang bertema Arsitektur Modern, memanfaatkan potensi lingkungan, serta solusi perancangan terhadap lahan yang berkontur, sedangkan pada kunjungan ke Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), adalah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai arsitektur berwawasan lingkungan dengan studi kasus bangunan massa banyak di lahan berkontur, sehingga nantinya dapat terwujud suatu rancangan “green design” sebagai langkah dan upaya menuju arsitektur yang berkelanjutan.

Apa Itu Foyer?

Foyer adalah ruang transisi di dalam rumah, yang terletak di antara teras dengan bagian dalam rumah. Banyak orang beranggapan bahwa foyer dan teras adalah sama. Padahal teras jelas berada di luar rumah, sedangkan foyer berada di dalam rumah. Seperti dilansir pada situs annahape.com , dalam rumah modern, fungsi ruang tamu sudah sering dihilangkan. Banyak tamu yang datang ke rumah sudah diperkirakan, yaitu : teman dekat, keluarga, atau orang dekat yang bisa langsung diterima di ruang duduk (living room). Sedangkan percakapan serius soal bisnis bisa dilakukan di luar rumah.

Jadi, foyer berfungsi sebagai ruang transisi, ruang selamat datang, dimana Anda membuka pintu, mengucapkan selamat datang, berbicara basa-basi, lalu mempersilakan tamu masuk. Di foyer, tamu bisa meletakkan bawaan yang merepotkan, seperti : jas hujan, payung, kunci mobil, tas, atau mungkin sepatu yang basah/kotor.

Kadang orang mengkombinasikan fungsi foyer sebagai ruang untuk tamu yang datang cuma sebentar. Sales yang menawarkan barang, kurir yang mengambil titipan, atau Pak RT yang mengumpulkan iuran warga. Maka, di foyer bisa diletakkan dua kursi dan sebuah meja kecil. Kalau begitu Anda pun dapat memanfaatkan foyer sebagai tempat anda membaca koran di pagi hari.

Sebagai ruang transisi, foyer mungkin dapat kelihatan dari luar rumah, yaitu saat pintu dibuka lebar-lebar. Dan Anda tidak perlu khawatir orang melihat isi dalam rumah Anda dari luar. Udara dapat masuk, bagian interior rumah yang menawan sudah kelihatan, tetapi privacy anda tetap terjaga.
Pilihan warna cat yang hangat, penataan lampu yang tepat, sebuah lukisan, cermin atau meja kecil dan sebuah vas bunga, dapat memperkuat fungsi foyer. Foyer dapat menjadi semacam undangan, ungkapan selamat datang, dan janji suasana hangat yang akan diterima tamu di dalam rumah.

foyer

Sumber :
Tip 30 Lebih Jauh tentang Foyer, Cermin Kehangatan Penghuni Rumah
www.rumah.com
http://indekor-furnishing.blogspot.co.id/2013/09/foyer-untuk-rumah-kecil.html
www.decorpad.com
www.architectureartdesigns.com

Studium General “Green Building”

Pada hari Senin, 26 September 2016, Prodi Arsitektur Uwika berkesempatan mengadakan Studium General yang mengulas tentang Green Building dengan pemateri Bp. Ary Dwi Jatmiko, S.T., M.T. Adapun materi pembahasannya meliputi pengertian tentang Green Building, greenship criteria, energy effiency & conservation, indoor health & comfort, dll. Diharapkan dari materi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa arsitektur akan pentingnya pengetahuan ini untuk bumi yang lebih baik.

20160926_103411

Pemilihan Ketua HIMA ARS Arsitektur Uwika

Hari Kamis, 09 Juni 2016, diselenggarakan Pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) ARS untuk masa bakti tahun ajaran 2016-2017.
Penetapan calon Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) ARS dilakukan setelah beberapa hari sebelumnya diadakan pemilihan suara secara terbuka untuk semua angkatan mahasiswa Prodi Arsitektur Uwika, yang kemudian diperoleh 3 (tiga) nama calon Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) ARS, yaitu Zakarias Rova yang mengedepankan kreatifitas dalam berarsitektur, Johan Sebastian yang mempunyai visi menciptakan dan mempererat kebersamaan di dalam internal dan eksternal kampus, dan Ahlam Awwal yang mengutamakan kemandirian berkegiatan dalam HIMA ARS Uwika.

Setelah diadakan pemungutan suara oleh semua mahasiswa beserta dosen-dosen Arsitektur Uwika, terpilih Johan Sebastian dengan perolehan suara terbanyak. Dengan telah terpilihnya Ketua HIMA ARS yang baru, diharapkan bisa membawa HIMA ARS Uwika menjadi lebih baik dan dapat berkomunikasi aktif serta menjalin kerja sama dengan pihak internal maupun eksternal kampus dengan berbagai kegiatannya, agar tercipta suasana kebersamaan yang saling membutuhkan sebagaimana yang telah dilakukan oleh HIMA ARS periode sebelumnya.

Pendaftaran Jalur Beasiswa Potongan Uang Gedung 25% dan 50% untuk Peserta SBMPTN 2016

Prodi Arsitektur – Universitas Widya Kartika Surabaya membuka kesempatan pendaftaran jalur beasiswa potongan uang gedung sebesar 25% dan 50% bagi peserta SBMPTN 2016.

Cara pendaftaran, ketik : nama/asal sekolah/alamat rumah/rata-rata nilai UNAS,          kirim ke 081232770503, paling lambat 20 Juni 2016.

Jangan lupa untuk check pengumuman di arsitektur.widyakartika.ac.id  ya… 🙂

 

KULIAH LAPANGAN DI ONE EAST RESIDENCES

Pada Hari Sabtu, 2 April 2016 yang lalu, mahasiswa peserta Desain Arsitektur V kembali melakukan kuliah lapangan. Dengan didampingi Ary Dwi Jatmiko, S.T., M.T. selaku dosen pengampu Studio Desain Arsitektur V, kali ini mereka juga ditemani mahasiswa peserta mata kuliah Struktur dan Konstruksi Bangunan Kompleks, yang mempelajari bangunan tinggi (high rise) dan struktur bentang lebar  dengan dosen pengampu mata kuliah, Peter A. Megantara, S.T. Pada kuliah lapangan kali ini, mereka mengunjungi proyek pembangunan One East Residences, melalui kontraktor yang melaksanakan pembangunan yaitu PT. TATA MULIA. Lokasi proyek ini berada di Jl. Kertajaya Indah Timur tepat di persimpangan dengan jalan MERR di seberang kompleks KONI Surabaya.

Kuliah lapangan ini dimulai pukul 10.00 wib. Pertama kali tiba kami diterima Pak Sande sebagai Chief Engineer di ruang tamu proyek yang terletak di lantai basement 1. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Pak Ronny sebagai Site Manager. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan dalam proyek ini oleh koordinator K3 Pak Mulyadi. Penjelasan singkat ini merupakan prosedur wajib yang harus dijalankan jika ada pengunjung. Penjelasan yang lebih lengkap tentang proyek disampaikan oleh Pak Sande bersama Pak Rudy sebagai Project Manager.

Mendengarkan penjelasan dari para engineer.

Walaupun dinamakan One East Residences, bangunan ini merupakan jenis mixed-use building dimana beberapa fungsi terdapat dalam satu bangunan. Direncanakan bangunan ini akan mewadahi fungsi-fungsi retail di lt 1 dan 2, office untuk MNC Group di sebagian  lt 3 – 7, hotel di lt 4 -22 sisi Barat  dan unit-unit apartemen di lt 8 – 30 menempati sisi Timur bangunan. Untuk melayani fungsi yang bermacam-macam tersebut, maka digunakan hingga 9 elevator (lift) untuk pengaturan sirkulasinya supaya tidak saling tercampur di antara masing-masing zona. Termasuk jumlah yang cukup banyak untuk sebuah gedung yang komplek seperti ini. Bangunan yang direncanakan terdiri dari 30 lantai plus 3 lantai basement yang saat ini telah mencapai progress lantai 20 dan direncanakan akan Topping Off di Bulan Juli mendatang.

Setelah beberapa saat mendengarkan penjelasan dari bapak-bapak yang berwenang dan melakukan tanya jawab yang cukup interaktif, kami diajak melakukan tour ke lokasi untuk melihat secara langsung. Untuk itu kami masing-masing diwajibkan untuk menggunakan safety helmet yang telah disediakan khusus untuk pengunjung. Dimulai dari lantai 1, kami dibawa ke lantai atas dengan menggunakan passenger hoist yang terletak di sisi Selatan bangunan. Ini merupakan pengalaman yang langka dan cukup mendebarkan bagi sebagian dari kami. Pertama-tama kami dibawa menuju ke lantai 2, lantai 4 dimana terdapat indoor swimming pool dan terakhir ke lantai 9 dimana unit-unit apartemen mulai terbentuk. Selama tour ini selain didampingi 3 orang yang sudah disebutkan di atas, kami juga ditemani 3 orang engineer lagi yang membantu memberi penjelasan dan menjawab pertanyaan. Selain itu juga ada beberapa petugas bagian K3 yang mengoperasikan pintu passenger hoist yang semuanya bersama-sama bertugas menjaga keselamatan kami sekaligus memastikan jumlah kami lengkap sesuai dengan saat kami datang 😀

Setelah puas mendengarkan penjelasan dan tanya jawab, kami diajak kembali ke ruang tamu untuk menutup kuliah lapangan hari itu. Kami menyempatkan diri untuk foto bersama sebelum akhirnya berpamitan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 wib ketika meninggalkan lokasi proyek. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada PT. TATA MULIA yang telah berkenan menerima kami, serta semua personel yang bertugas memberikan penjelasan dan dengan sabar menjawab semua pertanyaan kami satu persatu serta memastikan keselamatan kami selama berkunjung ke sana.