Pengalaman mengikuti Sayembara Design Challenge

Ditulis oleh: Shinta Indah. P (angkatan  2011)

Saya mengetahui tentang sayembara ini pertama kali pada mata kuliah Arsitektur Budaya dan Perilaku. Dosen saya mengumumkan bahwa ada sayembara design interior rusunawa Jemundo di Sidoarjo yang diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Awalnya saya tidak tertarik, karena temanya adalah Inovasi Penataan Rusunawa yang multifungsi dan ekonomis. Dari tema tersebut, tentunya kita sebagai pesertalah yang harus mendesain perabot multifungsi untuk berbagai kegiatan dalam ruangan dengan luasan terbatas. Saya berpikir bahwa saya tidak mampu, namun sesungguhnya saya ingin mengikuti sayembara-sayembara seperti itu untuk menguji seberapa besar kemampuan saya. Diumumkan bahwa untuk mengikuti sayembara tersebut mahasiswa boleh mengerjakannya secara berkelompok maksimal tiga orang, namun berhubung teman-teman tidak ada yang berminat, sayapun ikut mengurungkan niat.

Keesokan harinya, dosen Mata Kuliah Desain Arsitektur memberi pengumuman yang sama, namun bedanya ada sesuatu yang ditawarkan, yaitu tambahan nilai untuk mahasiswa yang mau mengikuti lomba. Reward tersebutlah yang membuat saya semangat, karena dengan begitu saya akan mudah mencari teman yang mau diajak untuk mengikuti lomba. Horeee senangnya.. 😀  Sayapun segera mengajak teman saya Liviany dan Yakub untuk bersama mengikuti lomba ini dalam satu tim.  Selain kami bertiga, ada pula tim Iwan dengan anggotanya Rudy dan Hary.  Tak ketinggalan tujuh orang kakak kelas angkatan 2010 yang juga turut berpartisipasi dalam lomba ini. Kami semua berlomba menyajikan yang terbaik demi mengukur sampai dimana kemampuan kami diluar Universitas .

Singkat cerita, berkat kerja keras kami dan bantuan dari dosen untuk asistensi masalah proposal dan Rencana Anggaran Biaya akhirnya proposal dan desain kami selesai. Kamipun lega dan berharap masuk 60 besar se-Surabaya. Meskipun harapannya kecil, namun kami tetap berharap.

Tiba waktunya pengumuman 60 besar se-Surabaya. Pagi itu, sehabis bangun tidur seperti biasa saya memeriksa pesan-pesan yang masuk di telepon selular. Diantara rentetan pesan yang masuk, saya temukan sebuah pesan dari teman saya Iwan yang mengabarkan lolosnya tim dari UWIKA (Tim saya, tim Iwan, dan Kak Adi) ke babak 60 besar. Saya terkejut dan senang mendengar kabar tersebut, namun juga setengah tak percaya. Karenanya saya dan Yakub, rekan satu tim sekaligus saudara sepupu saya segera memeriksa e-mail untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Setelah melihat pengumuman resmi yang dikirimkan Dinas PU melalui e-mail, saya baru percaya akan kebenaran berita tersebut. Sayapun langsung memberi tahu dosen-dosen kami 🙂 Saya sangat senang, karena ini adalah pertama kalinya kami mengikuti sayembara, dan bisa langsung lolos ke 60 besar tentu adalah sebuah prestasi tersendiri.  Dalam e-mail tersebut disebutkan bahwa kami harus mempersiapkan presentasi dihadapan juri untuk babak 60 besar nanti. Kamipun berusaha keras menyiapkan presentasi dan tentunya mental kami agar dapat menampilkan yang terbaik di hadapan dewan juri.

Hari babak penyisihan 60 besarpun tibalah. Kami bertujuh, mahasiswa UWIKA yang lolos dalam 60 besar berusaha memperjuangkan nama Universitas kami didepan khalayak umum, didepan universitas negeri dan universitas-universitas lain yang sudah tidak perlu diragukan lagi namanya. Dalam kesempatan presentasi tersebut, kelompok saya mengusung tema “PUSH and PULL”.

presentasi di babak 60 besar

Berpose sambil menunggu giliran presentasi

Dalam acara tersebut, kami juga menyaksikan presentasi dari mahasiswa-mahasiswa kampus lain yang juga lolos ke babak 60 besar. Saya sangat antusias, karena dengan demikian saya dan teman-teman dapat mengukur kemampuan kami—mahasiswa UWIKA dibandingkan mahasiswa dari kampus lain di Surabaya. Diantara para presenter ada peserta dari Universitas swasta ternama di Surabaya yang menurut saya desainnya terlihat sangat bagus. Sayangnya desain tersebut terkesan mahal dan sepertinya tidak mungkin diterapkan dalam desain rumah susun. Desain-desain dari peserta lain juga bisa dibilang bagus-bagus, namun sayangnya menurut kami beberapa diantaranya kurang masuk di akal. Mungkin mereka kurang mempertimbangkan dengan matang konsep mereka. Babak penyisihanpun berakhir, tinggal menunggu babak selanjutnya, yaitu pengumuman 10 besar, baru setelah itu final.

Selang beberapa minggu setelah babak penyisihan, tibalah saat pengumuman nama-nama tim yang masuk kedalam babak final. Hari Sabtu pagi ada pesan dari Kak Adi yang mengabarkan bahwa tim saya, Yakub dan Liviany masuk 10 besar. Saya tidak percaya, dan segera memastikan kebenaran berita tersebut melalui e-mail.  Ternyata benar bahwa kelompok kami—saya, Yakub, dan Liviany berhasil masuk 10 besar finalis. 10 finalis yang ada terdiri dari 4 finalis dari Universitas Brawijaya, 4 finalis dari ITS-Architecture, 1 finalis dari ITATS, dan 1 finalis dari UWIKA yakni tim kami. Ternyata kami bisa mengalahkan peserta dari perguruan tinggi swasta paling ternama di Surabaya. Hal tersebut sangat mengesankan bagi kami. Dan menurut kami, kami bisa lolos sampai di 10 besar ini adalah anugerah dari Tuhan. 🙂

Seperti telah diumumkan sebelumnya, seluruh finalis 10 besar harus mengumpulkan maket rancangan skala 1:10 untuk dipamerkan di atrium City of Tomorrow, tempat acara final berlangsung. Acara pameran tersebut juga dilakukan untuk mendapatkan juara terfavorit yang dipilih melalui sistem balot.  Bukan hanya itu, dalam acara final nanti seluruh finalis juga harus melakukan presentasi lagi dihadapan dewan juri  dan penonton. Karenanya, kami berusaha untuk mengerjakan maket dan memperbaiki presentasi kami.

Ini adalah pengalaman kami membuat maket interior. Dengan keterbatasan pengetahuan  terhadap bahan-bahan maket, kami melakukan konsultasi dengan beberapa dosen dan mendapatkan saran tentang jenis-jenis bahan dan trik-trik pembuatan maket interior. Akhirnya berkat kerja keras bersama, maket kamipun selesai tepat pada hari pengumpulan.

Usaha keras menyelesaikan maket pada detik-detik terakhir pengumpulan

Tepat tanggal 14 juni 2013, hari jum’at pukul 16.30 acara Final Design Challenge Dinas PU Cipta Karya dimulai. Maket hasil karya 10 finalis ditata berjajar rapih didepan panggung. Acara diawali dengan beberapa kata sambutan dari Dinas PU kemudian dilanjutkan dengan presentasi masing – masing peserta.

Suasana acara final 10 besar Design Challenge di CITO

Presentasi pesertapun dimulai.  Satu demi satu peserta membawakan presentasinya dengan baik dan berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh dewan juri. Dari sepuluh peserta, kelompok kami mendapat giliran presesntasi ke-sembilan. Hal ini sedikit banyak memberikan keuntungan bagi kami, karena kami dapat mempersiapkan diri dengan mendengarkan pertanyaan-pertanyaan juri yang diajukan pada peserta sebelumnya. Kamipun dapat melihat cara presentasi dari finalis-finalis yang sebelumnya.  Ketika giliran kami tiba, Liviany yang maju sebagai presenter utama dapat menjelaskan desain tim kami dengan lancar. Kami bersyukur, karena telah mempersiapkan presentasi dengan baik, bahkan sehari sebelum acara kami telah melakukan percobaan presentasi di hadapan dosen untuk mendapatkan masukan-masukan yang berharga.  Pada sesi tanya jawab seluruh pertanyaan dewan juri dapat kami bertiga—saya, Yakub dan Liviany jawab dengan baik.

Liviany ‘beraksi’ di hadapan Dewan juri dan penonton

Saya, Yakub, dan Liviany menjawab pertanyaan Dewan Juri

Pada akhir acara ketika nama-nama pemenang diumumkan, ternyata tim kami tidak termasuk di dalamnya. Perasaan kami cukup kecewa, karena kami belum bisa membawa nama Universitas Widya Kartika, khususnya Prodi Arsitektur menjadi juaranya. Tapi ya, dilihat dari segi positifnya, kami mendapat pengalaman lebih dalam hal mengikut sayembara, bagaimana kami dapat menarik perhatian para ahli arsitektur untuk melirik hasil karya kami. Menurut kami, kami sudah berhasil, walau langkah kami harus terhenti hanya sampai di 10 besar. Ini adalah prestasi pertama kami, dan juga langkah awal kami untuk memperkenalkan Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika yang ternyata tidak kalah dengan Universitas swasta ternama di Surabaya yang sudah melahirkan banyak sekali lulusan yang dianggap berkualitas. Masuknya kami dalam sepuluh besar finalis juga adalah satu pembuktian bahwa mahasiswa prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika mampu bersaing dengan Universitas Negeri ternama di Surabaya dan Malang.

Semoga cerita kami dapat menginspirasi para generasi Mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika untuk terus berkarya dan meunjukkan kemampuan yang terbaik . Jangan hanya berani di’kandang’, ayo keluar dari zona amanmu, bertempurlah dengan dunia luar. Mungkin karyamu yang terbaik dalam zona Universitas Widya Kartika, tapi belum tentu menurut dunia luar. Ada hal yang tidak bisa kita dapatkan didalam mata kuliah di kampus, maka apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah, keluarlah dan kamu akan menemukan dunia yang sebenarnya diluar sana 😀

Senyum kemenangan

Kunjungan ke SMK Muhammadiyah 2 Surabaya

Minggu lalu tepatnya Kamis, 04 April 2013, UWIKA berkesempatan untuk mengunjungi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya di Kemlaten, Mastrip Surabaya. Kunjungan UWIKA diwakili oleh Bp. F. Priyo Suprobo dan Ibu Shirleyana dari Prodi Teknik Arsitektur, Bp. Indra Budi dari Prodi Informatika, serta Tim Admission dari UWIKA yang diwakili oleh Ibu Deasy dan Bp Dannies. Selain silaturrahmi, kunjungan tim UWIKA juga bertujuan untuk memperkenalkan kampus UWIKA, terutama prodi-prodi yang dimiliki oleh Fakultas Teknik kepada siswa-siswa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Hal ini berkaitan dengan 3 jurusan yang ada di SMK Muhammadiyah 2, yakni Teknik Komputer dan Jaringan, Animasi, dan Multimedia.  Acara sharing dan perkenalan dilakukan di Aula kelas bagi siswa kelas XII dan kelas X.

Bp. Priyo Suprobo sebagai Wakil Dekan Teknik membuka pertemuan siang itu dengan bincang-bincang mengenai lima program studi di Fakultas Teknik UWIKA, yakni Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, dan Komputerisasi Akuntansi. Info mengenai Prodi Informatika dirangkai oleh Bapak Indra—Kaprodi Informatika dengan sharing mengenai topik trend IT masa kini antara lain OS system untuk Smart Phone, serta Web Program Java, C++, dan prospek lulusan program studi Informatika.

Program studi Arsitektur UWIKA telah lebih dahulu dikenal oleh beberapa siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Surabaya yang pernah mengikuti lomba-lomba yang diadakan dalam rangkaian kegiatan “Bingkai Arsitektur UWIKA 2012”. Dalam kegiatan tersebut siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya berhasil meraih beberapa gelar juara antara lain juara 1 Fotografi Urban Heritage kategori pocket dan juara 1 sketsa Surabaya urban heritage. Tak hanya itu, pada lomba papercraft yang diselenggarakan prodi Arsitektur UWIKA di atrium utama Grand City Februari 2013 lalu, siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 juga berhasil meraih juara 1 dan 2. Saat diminta komentar tentang kesan dan pengalaman mengikuti lomba, empat orang siswi yang memenangkan lomba papercraft hanya tersenyum senang dan bangga. Bangga bisa menjadi juara 1, mengalahkan group lainnya. Bangga karena sekolahnya juga termasuk pemenang lomba fotografi, bahkan memenangkan juara I.

Selama berlangsungnya acara, terlihat berbagai hal yang menarik minat siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Beberapa siswa tampak antusias dengan info-info terbaru tentang IT, sementara yang lain tampak bersemangat membayangkan akan kuliah di perguruan tinggi. Sebagian siswa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya menunjukkan minat yang besar terhadap dunia Arsitektur. Mereka berharap jika di Arsitektur nantinya dapat belajar untuk lebih peka terhadap lingkungan, terhadap ruang yang tercipta, terhadap karakter dan perilaku manusia sebagai hasil dan tanggapan terhadap desain ruang luar atau ruang dalam yang ada, dan lain sebagainya.

Arsitektur UWIKA membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk para siswa yang ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi dengan biaya yang cukup terjangkau. Bagi siswa-siswi SMK semangatlah untuk berjuang, mengejar cita-cita dan harapan. Gantungkan mimpimu setinggi langit dan berusahalah meraihnya selagi kita bisa. Mimpi dan harapan generasi muda adalah sesuatu yang berharga serta patut untuk diperjuangkan. Ingatlah suatu ketika saat mimpi itu terwujud, maka semua lelah pasti sirna melihat senyum bangga orang tua dan keluarga. Jadi, jangan berhenti belajar dan berkarya, terus lakukan yang terbaik demi masa depan!

foto dan teks dari: shirleyarch.wordpress.com

Lomba papercraft di atrium utama Grand city Surabaya

Turut menyemarakkan Chinese New Year 2013, prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya menyelenggarakan lomba papercraft tembok besar china.  Lomba ini diadakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan pameran karya yang diselenggarakan di atrium utama Grand city sepanjang 5-10 Februari 2013.

Lomba papercraft ini dapat diikuti oleh siswa SMA/SMK baik perorangan ataupun kelompok (dengan teman-teman ataupun keluarga). Satu set perlengkapan lomba disediakan oleh panitia. Lomba ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 1.000.000,- untuk tiga orang pemenang. Pengumunan pemenang akan dilaksanakan pada hari  terakhir pameran yakni hari Minggu, 10 Februari 2013 pukul 12.30 WIB.

Selain lomba papercraft, pada acara pameran karya di atrium utama Grand city 5-10 Februari 2013, prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya menyelenggarakan berbagai acara menarik sebagai berikut :

Pemenang lomba fotografi dan sketsa “Bingkai Arsitektur”

Pada tanggal 17 November 2012 pukul 18.30 telah dimumkan nama-nama pemenang lomba fotografi dan sketsa “Bingkai Arsitektur” yang diselenggarakan oleh Prodi Arsitektur Widya Kartika Surabaya.

Penjurian lomba fotografi dilakukan secara tertutup pada tanggal 16 November 2012 oleh para juri yang berprofesi sebagai fotografer profesional diantaranya Bapak Budi Darmawan (pengajar Icon School of Photography), Bapak Moch Rizky. Satrio. R (manager studio adventure) serta Bapak Ary Dwi Jatmiko (Dosen Arsitektur UWIKA). Penilaian dilakukan berdasarkan point-point yang meliputi required element  (kesesuaian dengan tema “heritage”), focus and composition (komposisi, fokus,sudut pengambilan gambar), lighting (pencahayaan), object (obyek bangunan yang dipilih), dan creativity (kreativitas dalam pengambilan gambar).

Dari 62 karya fotografi yang terkumpul berhasil diperoleh 4 karya pemenang (masing-masing dua pemenang untuk kategori digital-pro dan pocket) serta dua karya terfavorit yang dipilih berdasarkan voting terbanyak oleh pengunjung pameran selama 14-16 November 2012. Nama-nama para pemenang adalah sebagai berikut.Karya para pemenang dapat dinikmati di sini.

Sementara untuk lomba sketsa, penjurian dibagi menjadi dua tahap berdasarkan waktu pelaksanaannya yakni lomba sketsa pada 14-16 Nopember 2012 dan lomba sketsa pada 17 Nopember 2012.  Penjurian dilakukan oleh Bapak Priyo Suprobo dan Bapak Ary Dwi Jatmiko (Dosen Arsitektur UWIKA).  Penilaian didasarkan pada point-point penguasaan teknik untuk menghasilkan garis yang berkarakter, improvisasi, dan proporsi. Nama-nama pemenang adalah sebagai berikut :

Prodi Arsitektur  Universitas Widya Kartika menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh panitia dan peserta lomba yang telah turut berpartisipasi dalam acara ini. Selamat kepada seluruh pemenang, semua pmenang dan peserta akan mendapatkan sertifikat lomba yang akan segera dikirim ke sekolah masing-masing.

Teknis Pelaksanaan Lomba Fotografi dan Sketsa „Bingkai Arsitektur“

Gallery

This gallery contains 4 photos.

 Teknis pelaksanaan lomba fotografi dan sketsa Bingkai Arsitektur “Surabaya dalam bingkai kenangan” adalah sebagai berikut: 1.      Calon peserta mendaftarkan diri sebagai peserta lomba, sesuai dengan lomba yang diminati (fotografi atau sketsa) dengan mengisi form pendaftaran, membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. … Continue reading

Format pengumpulan karya lomba fotografi

Gallery

This gallery contains 5 photos.

Prodi Arsitektur Universitas Widya Kartika Surabaya menyelenggarakan lomba fotografi dengan tema „Surabaya dalam Bingkai Kenangan“. Jadwal pelaksanaan lomba: Hasil foto dicetak seukuran 5R, dilengkapi dengan deskripsi karya dan dipresentasikan pada linen hitam ukuran A4 sesuai layout yang telah ditentukan. Format … Continue reading

ARSITEKTUR UWIKA MENUJU ECO CAMPUS

Gallery

This gallery contains 3 photos.

Penurunan kualitas lingkungan yang diindikasikan dari terjadinya perubahan iklim, pencemaran air,  udara, dan tanah, krisis air, energi, dan sumber daya alam, serta berkurangnya lahan hijau dewasa ini menunjukkan kurangnya kepedulian kita, manusia terhadap lingkungan. Padahal lingkungan merupakan tempat manusia sehari-hari … Continue reading